Toleransi dalam peringatan Nyepi di Bali

OkeJoss.co – Perayaan Nyepi tahun ini akan menawarkan bentuk lain dari hubungan yang kuat antar umat beragama di Bali, sebagaimana perayaan Nyepi bertepatan dengan periode Pra-Paskah umat Katolik, di mana umat Katolik juga akan mengadakan pengakuan dosa dalam menyambut hari Paskah.

Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Bali, Ida I Dewa Gede Ngurah Swasta, mengatakan semua tokoh lintas agama telah berjanji untuk menjaga Nyepi.

Pemimpin di forum berasal dari organisasi keagamaan yang beragam, termasuk Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Keuskupan Katolik Denpasar, Musyawarah Pelayanan Antar Gereja (MPaG), Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Dewan Konfusianisme, FKUB Bali, Majelis Utama Desa Pakraman Bali (MUDP) dan kantor urusan agama setempat.

Pihak swasta mengatakan komunitas Katolik telah sepakat untuk melakukan penyesuaian terhadap usulan para pengamat untuk mengakomodasi Nyepi.

Gereja-gereja Katolik di Bali akan menjalankan ibadah Jumat Agung di pagi hari daripada di sore/malam hari. Selain itu, mereka telah sepakat untuk tidak melaksanakan ibadah gereja di hari Sabtu untuk menghormati umat Hindu pada hari mereka melaksanakan Nyepi. “Kami sangat berterima kasih bahwa semua tokoh lintas agama di pulau terus menegakkan toleransi. Hal ini telah dibuktikan oleh sejarah panjang kami toleransi di Bali, “kata Swasta, Rabu.

Selama Nyepi, umat Hindu Bali akan merayakan Tahun Baru Caka melalui meditasi dan kontemplasi dan menahan diri dari menggunakan listrik, membuat kebakaran, perjalanan rumah luar atau berpartisipasi dalam kegiatan hiburan.

Pengunjung dan warga non-Hindu diharapkan menghormati Nyepi dengan aturan-aturan yang ditetapkan oleh otoritas lokal dan penjaga desa tradisional berikut.

Pemerintah setempat mengatakan Bali akan ditutup selama 24 jam selama liburan. Semua pulau gerbang-of-entry, termasuk Bandara Internasional Ngurah Rai dan tiga pelabuhan feri utama, juga akan ditutup dari 06:00 pada tanggal 21 Maret sampai 06:00 hari berikutnya.

Selain beberapa pelabuhan perikanan tradisional, Gilimanuk Pelabuhan Ferry, Padang Bai Ferry Pelabuhan, Pelabuhan Benoa pusat dan Celukan Bawang pelabuhan kargo akan ditutup. Semua terminal angkutan umum di Bali akan berhenti operasi juga.

Cabang Bali dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPID) mendesak media penyiaran – radio dan televisi – untuk menghentikan operasi selama Nyepi.

“Kami mendesak semua media penyiaran untuk menghentikan operasi untuk menghormati umat Hindu Bali merayakan Nyepi,” kata komisaris KPID Nengah Muliarta.

KPID Bali mengirim pemberitahuan ke semua entitas penyiaran, termasuk 20 stasiun TV, 57 stasiun radio dan serangkaian jaringan televisi kabel. Tidak ada penalti, namun, akan dikenakan bagi mereka yang memilih untuk mengabaikan pemberitahuan.

Polda Bali juga membuat persiapan, seperti ribuan pecalang (petugas tradisional) di desa-desa di seluruh pulau.

Bali juru bicara polisi, Kombes. Hery Wiyanto, mengatakan bahwa pecalang akan menganggap memimpin keamanan menjaga peran siang hari, namun polisi akan siap untuk langkah harus insiden terjadi.

“Kami juga telah memetakan beberapa daerah di Bali yang rawan bentrokan atau ancaman keamanan lainnya selama Nyepi. Kami telah mengantisipasi masalah yang bisa terjadi pada siang hari, “kata Hery.

Polisi, kata dia, juga akan mengerahkan personil untuk menjaga ogoh-ogoh (patung raksasa) parade pada malam Nyepi, yang juga dikenal sebagai pengerupukan.

Comments are closed.

Kata kunci : , ,