BW Cabut gugatan Praperadilan
BW Cabut gugatan Praperadilan

Tanggapi pencabutan gugatan praperadilan BW, Bareskrim tetap tolak berikan SP3

OkeJoss.co – Keputusan komisi pengawas Peradi yang menyatakan jika tidak ada pelanggaran etika kepada wakil Ketua non-aktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto (BW) membuat pihak BW resmi mencabut gugatan praperadilan terkait status tersangka yang diberikan oleh Bareskrim Polri pada rabu, (20/5/2015) kemarin. Pencabutan gugatan oleh pihak BW sendiri dimaksudkan agar Bareskrim mau mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kepada BW.

Menanggapi pencabutan gugatan praperadilan yang dilakukan oleh pihak BW, Bareskrim menyatakan jika pihaknya tidak akan memenuhi permintaan pihak BW untuk menerbitkan SP3. Selain menyatakan tidak akan menerbitkan SP3, Bareskrim yang diwakili oleh Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Brigadir Jenderal Viktor Simanjuntak mengaku menyayangkan langkah Bambang yang mencabut gugatan praperadilan dan menuntut SP3 kasusnya.

“Waktu BW (Bambang) mengajukan praperadilan itu saya menghormati dan salut, karena itu memang langkah hukum yang harus ditempuh dan bukan main opini,” ujar Brigjen Viktor.

Menurut Viktor, penyidik akan terus melanjutkan penyidikan perkara BW karena tidak ada alasan bagi pihak kepolisian menerbitkan SP3. Secara lebih lanjut, ia menjelaskan jika syarat untuk menerbitkan SP3 hanya tiga, yaitu kasus yang disidik bukan tindak pidana, pertimbangan demi hukum, atau tidak cukup bukti untuk melanjutkan.

“Di antara tiga itu yang mana yang mau saya buat? Bukan tindak pidana? Itu pidana. Tidak cukup bukti? Rekannya saja yang perannya lebih kecil sudah penyerahan ke Kejaksaan. Demi hukum? Apa beliau sudah meninggal? Tidak kan?” kata Viktor.

Hal yang sama juga disampaikan oleh pemimpin tim penyidikan kasus Bambang, Kepala Subdirektorat VI Tindak Pidana Ekonomi Khusus Komisaris Besar Daniel Bolly Tifaona. Ia mengatakan jika Bareskrim tidak akan mengeluarkan SP3.

“Kami tidak akan SP3, itu pasti. Kalau jaksa katakan lengkap kasus ini harus disidang,” ujar kombes Daniel.

Dia menjelaskan, saat ini status kasus sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. Artinya, penyidik tinggal menunggu apakah jaksa menyatakan berkas sudah lengkap (P21) atau belum (P19). Jika berkas dinyatakan sudah P21, maka proses akan dilanjutkan ke penuntutan. Jika P19, maka penyidik tinggal melengkapi berkas tersebut sesuai petunjuk yang diberikan oleh jaksa.

Comments

comments

Comments are closed.

Kata kunci : , , , , ,