Setelah Diusir Anaknya Nenek Tetty Tinggal di Bekas Poskamling

OkeJoss.co – Seorang nenek yang diketahui bernama Tetty Mudjiati (78) hidup di bekas poskamling yang berada di kompleks Perumahan Griya Rejo Indah, Japunan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Kamis (19/03/2015). Nenek ini terpaksa tinggal di bekas Poskamling karena tidak punya tempat tinggal lagi setelah mengaku diusir oleh anak kandungnya sendiri.

Pada usia senja, Tetty tinggal seorang diri di bekas poskamling berukuran sekitar 3 meter x 3 meter tanpa pintu, tanpa jendela, dan beratap seng yang sudah keropos.

Dia menjelaskan, tiga anak perempuannya masing-masing sudah mandiri tinggal di Kalimantan, Kabupaten Rembang dan Karanggading, Kota Magelang. Sedangkan sang suami, sudah meninggal sejak belasan tahun lalu.

Nenek Tetty yang tinggal di bekas Poskamling itu pernah diantar ke rumah anak bungsunya di Karanggading, Kota Magelang. Namun, disitulah Nenek Tetty mengaku mendapatkan kekerasan secara fisik dan psikis. “Saya tidak betah, saya disia-sia, saya dipukuli,” katanya sembari menyeka air mata.

“(Di bekas Poskamling) Saya makan seadanya kalau dikasih tetangga, kadang ada juga yang ngasih uang Rp 2.000, tapi kalau tidak ada yang ngasih, saya enggak makan. Pernah dua hari enggak makan,” kata Nenek Tetty.

Nenek Tetty mengaku memiliki empat anak, satu laki-laki dan tiga anak perempuan dan satu laki-laki. Tiga anak perempuannya masing-masing sudah mandiri tinggal di Kalimantan, Kabupaten Rembang, dan Karanggading, Kota Magelang.

Ketua RT 10, Perumahan Griya Rejo Indah PGRI, Aji Soetono menjelaskan, warga di sekitar perumahan merasa iba dengan keberadaan nenek renta itu. Menurutnya, Tetty sudah tiga bulan tinggal di bekas poskamling perumahan setempat.

Aji mengatakan, mereka hanya berjanji akan menjemput, tetapi sampai saat ini nenek Tetty belum juga dijemput anak kandungnya.

“Kami kasihan dengan nenek Tetty, dia sudah sepuh (lansia), kami khawatir dia sakit, padahal musim hujan begini,” kata Aji.

Aji mengaku sudah mengadukan keberadaan Tetty kepada Kepolisian Sektor Mertoyudan hingga Dinas Tenaga Kerja, Sosial, dan Transmigrasi (Disnakesostrans) Kabupaten Magelang, tetapi belum ada kejelasan hingga saat ini.

“Kami sudah lapor, petugas sudah survei ke sini, tetapi belum ada tindakan apa pun sampai sekarang. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah,” tutur Aji.

Comments are closed.

Kata kunci : , ,