Ilustrasi Penganiayaan
Ilustrasi Penganiayaan

Seorang Anggota Brimob Mengamuk di PN Bantul Yogyakarta

OkeJoss.co – Dari Bantul Yogyakarta dilaporkan ada seorang anggota Brimob Polda DIY yang kemudian diketahui berinisial HNW mengamuk di ruang sidang PN Bantul, Selasa (19/05/2015).

Pelaku yang dalam proses persidangan tersebut didatangkan sebagai saksi atas kasus pencurian dengan pemberatan (curat) kedapatan menendang terdakwa bernama Senu. Bahkan, seorang petugas PN Bantul bernama Aan tak luput dari amuknya, dipukul saat mencoba menenangkan suasana keributan pelaku dan terdakwa.

Salah satu petugas pengawal tahanan Kejari Bantul, Sumardiyono yang mendampingi sidang tak mengira bila saksi korban HNW akan ngamuk. Saat itu pelaku bersama ayahnya menjadi saksi karena rumahnya dimaling oleh Senu dan teman-temannya.

Setelah pemeriksaan saksi dipimpim hakim Sulistyo Muhammad Dwi Putro SH usai, saksi HNW yang juga sebagai salah satu saksi korban menghampiri terdakwa yang masih duduk di kursi sebelah kiri majelis hakim lewat belakang kemudian menghampiri Senu dan memukulnya berkali-kali. Kejadian itu sontak menggegerkan ruang sidang dan petugas pengawal tahanan berusaha melerainya.

Tetapi saat ke luar ruang sidang, HNW langsung lari masuk ke arah Senu kembali menganiaya dan menendangnya. “Bahkan papan nama dibangku akan digunakan untuk memukul tetapi sempat dicegah sehingga tak jadi digunakan untuk memukul,” jelas Sumardiyono.

Hal tersebut tentu manambah lagi daftar hitam anggota pihak berwajib yang seharusnya mengayomi dan juga memberi teladan baik pada para masyarakat untuk taat hukum dan tidak main hakim sendiri.

Sebelumnya telah diberitakan bahwa ada seorang anggota Intel Polda Sulut berinisial KM (40) ditangkap oleh satuan tim Barracuda setempat saat sedang  berjudi. Selanjutnya, Jumat (15/5/2015) sang Intel Polisi tersebut diserahkan ke Propam Polda Sulut untuk selanjutnya diproses secara hukum instansi tersebut.

Menurut Kompol Arya Perdana selaku Dantim Barracuda, penyelesaian kasus KM tersebut tidak akan diskriminatif. “Tidak ada pilih-pilih, walau dia seorang anggota (polisi) namun tetap diproses sesuai hukum yang berlaku. Saat ini kami sudah serahkan pada Propam, dan mungkin kita selesaikan dulu urusan pidana baru sanksi institusi.”

Comments

comments

Comments are closed.

Kata kunci : , , ,