Ilustrasi Beras
Ilustrasi Beras

RI dan India Jalin Kerjasama Terkait Beras dan Obat-obatan

OkeJoss.co – Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dijadwalkan untuk mengunjungi India dan bertemu dengan Menteri Perdagangan India pada 28-29 Januari untuk menindaklanjuti janji untuk berkolaborasi, Duta Besar Indonesia untuk India Rizali Wilmar Indrakesuma mengatakan.

Dalam kolaborasi perdagangan dengan India, Thomas mengatakan, Indonesia akan fokus pada dua hal, yaitu obat-obatan dengan fokus pada obat-obatan dan beras impor generik dari India.

Kolaborasi dalam obat-obatan ini diprakarsai oleh Presiden Joko “Jokowi” Widowo setelah bertemu dengan Wakil Presiden India Mohammad Hamid Ansari pada 11 November 2015. Rencana impor beras dikonfirmasi pada hari Kamis oleh Thomas, yang mengatakan ia akan mengusulkan MoU ke India.

Kolaborasi dalam obat-obatan dipandang sebagai langkah positif sebagai India adalah produsen terbesar obat generik di dunia. Indonesia AIDS Coalition (IAC) Direktur Eksekutif Aditya Wardhana dinyatakan berharap bahwa Indonesia juga bisa belajar sesuatu dari India.

“Kebijakan obat India benar-benar mendukung rakyatnya. Ini menggunakan Aspek Trade-Related Hak Kekayaan Intelektual [TRIPS] kesepakatan dengan World Trade Organization untuk memproduksi obat generik yang terjangkau,” kata Aditya thejakartapost.com baru.

Dia mencontohkan Sovaldi, obat bermerek untuk mengobati hepatitis C. Dia menekankan bahwa biaya US $ 1.000 per pil, bukan per box. Pasien hepatitis C di seluruh dunia memprotes harga, tapi tidak ada negara secara terbuka mendukung protes kecuali India. Memanfaatkan fleksibilitas perjanjian TRIPS, jika ada keberatan publik untuk paten, pendaftaran paten dapat dibatalkan.

“Dari sana perusahaan farmasi India bisa menghasilkan versi generik disebut Sofosbufir, dan terjangkau, sekitar $ 7 per pil,” Aditya menjelaskan.

Dalam referensi untuk perdagangan, Duta Besar Rizali menyuarakan harapan bahwa itu akan meningkatkan hubungan antara kedua negara. Dia mengatakan bahwa banyak hal telah dimulai, yang terakhir menjadi Arrangement Kerjasama Ekonomi Komprehensif India-Indonesia (CECA) pada 2011 saat itu Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.

“Tapi hasil Kimia menindaklanjuti tidak bisa dirasakan sekarang. Harus dibangun tidak hanya antara pemerintah tetapi juga antara pengusaha Indonesia dan India. Pengusaha Indonesia tetap mewaspadai pengusaha India dan sebaliknya,” kata Rizali.

Rizali juga menyatakan harapan bahwa farmasi dan perdagangan beras akan membantu pengusaha Indonesia dan India mengenal baik satu sama lain.

“India adalah pasar yang besar dan memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi di Asia. Mungkin akan tidak menggantikan Cina sebagai mitra dagang utama Indonesia, tetapi dengan melihat lebih ke India, kita bisa memiliki alternatif dan diversifikasi bagi perekonomian kita,” Rizali menjelaskan.

Comments

comments

Comments are closed.

Kata kunci : , , , ,