Damayanti Wisnu Putranti
Damayanti Wisnu Putranti

Profil Damayanti Wisnu Putranti, Anggota DPR Yang Ditangkap KPK

OkeJoss.co – Kali pertama di tahun 2016, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu (13/1/2016) malam. yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (13/1) malam, merupakan yang pertama kali di 2016.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, KPK menangkap wakil rakyat dalam OTT tersebut, diketahui adalah dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) berinisial DWP diduga Damayanti Wisnu Putranti yang merupakan anggota Komisi V DPR RI.

Andreas Hugo Pareira selaku Ketua DPP PDI-P menyayangkan adanya kader PDI-P yang kembali tertangkap tangan oleh lembaga antirasuah yang saat ini dipimpin Agus Rahardjo itu.

Damayanti Wisnu Putranti (DWP) merupakan anggota DPR periode 2014-2019 dari Dapil Jawa Tengah IX (Brebes, Tegal, Slawi), menurut penelusuran Merdekadotcom.

Sebelum duduk di Senayan sebagai wakil rakyat, wanita kelahiran Jakarta pada 2 November 1970, ini dikenal merupakan pengusaha. Usahanya antara lain di bidang pekerjaan umum dan tercatat menjadi komisaris di PT Polatek Rancang Bangun (jasa konsultan) dan PT Adi Reka Tama (pengadaan barang dan jasa). Dia juga pernah menjadi Sekretaris Direktur Ciliwung Cisadane, Departemen Pekerjaan Umum, setelah itu ia menjadi Sekretaris Dirjen Sumber Daya Air, Departemen Pekerjaan Umum.

Selain itu, Damayanti merupakan salah satu pendiri Akademi Usaha Perikanan (AUP) Jakarta Wisnu Djati Kususmo. Sejak kuliah, Damayanti juga dikenal aktif di organisasi. Semasa menjadi mahasiswa di Universitas Profesor Hamka, ia dikenal sebagai aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).
Saat ini, Damayanti Wisnu Putranti duduk di Komisi V yang membidangi perhubungan, telekomunikasi, pekerjaan umum, perumahan rakyat, pembangunan pedesaan dan kawasan tertinggal.

Politikus PDI-P ini ditangkap usai melakukan rapat dengan anggota Komisi V. Dari penangkapan itu KPK juga mengamankan satu Toyota Alpard warna hitam berpelat B 5 DWP.

Terkait itu, Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto marah dan geram jika memang kabar tersebut benar. Apalagi, kata Hasto, partai terus mengingatkan agar kader tak terlibat korupsi.

“Partai terus menerus mengingatkan. Bahkan, 3 minggu yang lalu kami kirim peringatan melalui sms dan surat tertulis agar tidak ada lagi yang menyalahgunakan kekuasaan dengan melakukan tindak pidana korupsi,” kata Hasto melalui pesan singkat, Kamis (14/1) dini hari.

Namun, Hasto masih belum mendapat kepastian mengenai kabar itu. “Belum diperoleh kepastian. Namun, bilamana melibatkan anggota dewan dari PDI-P, maka partai bertindak tegas dengan menerapkan sanksi pemecatan seketika. Dengan demikian yang bersangkutan bukan anggota PDI-P lagi,” ucapnya.

Hasto juga menegaskan bahwa atas arahan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, pada saat Rakernas I, dirinya juga sudah mengumumkan kepada seluruh peserta melalui Rapat Paripurna dengan mengingatkan kembali terhadap kasus menimpa bekas kader PDI-P Adriansyah yang tertangkap tangan di Bali.

“Ini benar-benar pelanggaran disiplin sangat berat. DPP Partai akan mengambil tindakan pengawasan yang lebih ketat lagi,” katanya.

Terkait dengan sistem keuangan Partai sendiri, PDIP sudah membangun sistem rekening gotong royong dan diaudit secara periodik oleh akuntan publik.

“Apa yang diduga dilakukan anggota Dewan tersebut, selain sangat tidak patut, juga menunjukkan bagaimana ‘kerusakan mentalitet hanya untuk memperkaya diri’,” tandas Hasto.

Comments

comments

Comments are closed.

Kata kunci : , , , , ,