Koalisi Merah Putih
Koalisi Merah Putih

Politisi PKS : Koalisi Oposisi Tidak Lagi Kompak

OkeJoss.co – Para anggota partai oposisi yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) tidak lagi kompak, mengikuti keinginan dari Partai Amanat Nasional (PAN) untuk bergabung dengan koalisi yang berkuasa untuk mendapatkan jabatan menteri di Kabinet Jokowi-JK, menurut politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Fahri Hamzah, yang juga wakil ketua DPR, mengatakan pada Sabtu bahwa sikap PKS selama sidang baru-baru ini di Sidang Etik Dewan DPR untuk menyelidiki dugaan pelanggaran kode etik Setya Novanto juga menunjukkan sikap yang berbeda dari anggota KMP lainnya.

“PAN telah mengumumkan keputusannya untuk bergabung dengan pemerintah, sementara PKS dan Partai Demokrat telah mendukung sikap koalisi yang berkuasa di sidang dewan baru-baru ini,” kata Fahri di Jakarta seperti dilansir tribunnews.com.

Menurut Fahri, anggota KMP padat yang tersisa adalah Partai Gerindra, Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Awalnya, KMP terdiri dari lima partai politik: Gerindra, PAN, PPP, Golkar dan PKS. Pihak-pihak mendukung Prabowo Subianto selama pemilihan presiden dan mereka mendirikan sebuah koalisi oposisi di DPR. Karena soliditas, mereka berhasil mendominasi posisi kepemimpinan DPR.

Tapi kemudian, PAN secara terbuka mengumumkan keinginannya untuk bergabung dengan pemeriksaan putusan dikenal sebagai Indonesia Koalisi Besar (KIH), yang anggotanya termasuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Hanura. Sementara itu, Partai Demokrat telah memutuskan untuk tidak bergabung baik KIH atau KMP.

Menurut Fahri bahwa 2015 merupakan tahun manuver politik untuk melemahkan KMP, yang dirusak oleh perpecahan kepemimpinan dalam Golkar dan PPP sebagian disebabkan oleh intervensi pemerintah, dan itu merupakan tahun yang berakhir dengan jatuhnya speaker rumah.

Namun, ia percaya bahwa KMP masih akan ada dan tetap menjadi kelompok politik yang penting untuk menyeimbangkan kekuasaan eksekutif pemerintah. Juga, kepemimpinan dalam KMP bisa diyakinkan bahwa mempertahankan posisinya akan memperkuat posisi mereka dalam pemilu tahun 2019.

Dia percaya bahwa saat ini popularitas Prabowo adalah lebih tinggi dari Presiden Jokowi.

Comments

comments

Comments are closed.

Kata kunci : , , , ,