Karyawan Pertamina
Karyawan Pertamina

Pertamina Akan Pangkas Biaya Tenaga Kerja

OkeJoss.co – Penurunan harga minyak, yang telah jatuh di bawah US $ 30 per barel, telah memaksa Pertamina untuk menjadi lebih efisien dalam bisnis hulu dengan mengurangi biaya karyawan, karena beberapa proyek hulu biaya lebih dari $ 30 per barel.

Sementara harga minyak telah mencapai $ 27 per barel, biaya produksi di Pertamina West Madura Onshore (WMO) proyek dan Pertamina Lepas Pantai Utara Jawa Barat (ONWJ) proyek setidaknya di $ 30 per barel, kata CEO Pertamina Dwi Sucipto.

“Pertamina saat ini berinvestasi $ 3000000000 menjadi $ 4 miliar per tahun dalam proyek-proyek hulu. Namun, kami tidak akan memotong investasi seperti yang terkait dengan infrastruktur. Oleh karena itu, kami akan mencoba untuk memotong biaya tenaga kerja,” katanya, Rabu di Jakarta.

Produsen minyak dan gas milik negara sedang mempertimbangkan apakah akan memotong jumlah staf atau memotong pengeluaran karyawan. “Mari kita berharap staf Pertamina sepakat untuk gaji mereka berkurang. Kita perlu menilai kembali kebijakan mengenai bonus, serta kenaikan gaji tahunan,” kata Dwi.

Selain itu, ia menambahkan, Pertamina berencana untuk melakukan “subsidi silang” dari unit hilir dengan yang hulu, karena perusahaan memiliki biaya berhasil dipotong di sisi hilir.

Pertamina telah berubah rantai pasokan dagangnya dari Petral ke Pasokan Terpadu Rantai (ISC), yang menyebabkan efisiensi $ 179.400.000, membeli minyak dalam kapasitas yang lebih besar yang menyelamatkan $ 90.000.000, dan penipuan mencegah pengiriman minyak dengan menerapkan kontrol yang lebih ketat, menghemat sekitar $ 255.000.000.

“Hilangnya minyak normal selama pengiriman, disebabkan oleh faktor teknis seperti penguapan minyak, hanya 0,2 persen. Namun, tingkat Pertamina sangat tinggi, sebesar 0,4 persen, yang kami menerapkan pengawasan ketat pada kapal dan kemudian berhasil menyelamatkan jumlah yang signifikan , “kata Dwi.

Comments

comments

Comments are closed.

Kata kunci :