Hari tanpa tembakau Internasional
Hari tanpa tembakau Internasional

Pemerintah godok RUU Pertembakauan, Dunia minta Indonesia ratifikasi FCTC

OkeJoss.co – Peringatan hari tanpa tembakau internasional pada tanggal 31 Mei 2015 rupanya membuat banyak pihak bergerak untuk mensosialisasikan hari tanpa rokok pada hari ini.

Walaupun banyak pihak yang mendukung peringatan hari tanpa tembakau internasional ini, namun pemerintah justru tengah menggodok Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertembakauan.

Untuk diketahui, RUU Pertembakauan yang tengah digodok pemerintah tersebut kini telah masuk dalam program legitimasi nasional (Prolegnas).

Terkait dengan RUU pertembakauan yang dirancang oleh pemerintah, banyak pihak turut mengeluh dan menyayangkan tindakan pemerintah tersebut. Salah satu pihak yang kecewa adalah Yayasan Konsumen Indonesia (YLKI).

Menurut staf publikasi YLKI, Agus Sujatmo, Pemerintah seharusnya melakukan ratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) seperti yang telah diminta oleh dunia internasional kepada Indonesia.

“Harusnya pemerintah meratifikasi FCTC, bukan malah bikin RUU Pertembakauan,” keluh Agus Sujatno

Dalam penggodokan RUU Pertembakauan tersebut, pemerintah sendiri beralasan jika mereka hanya ingin melindungi komoditas pertanian, dalam hal ini pertanian tembakau.

Mendengar alasan tersebut, Agus menilai jika alasan melindungi komoditas pertanian sebagai alasan yang tidak masuk akal. Menurutnya, Indonesia sendiri tengah memiliki komoditas pertanian yang harus dilindungi seperti beras.

“Kalau dibilang untuk melindungi pertanian itu tidak masuk akal, soalnya ada yang lebih urgent yakni beras,” kata Agus.

Selain itu, YLKI juga menuding jika dibalik RUU pertembakauan yang tenggah digodok tersebut kemungkinan terdapat industri rokok yang melindungi dan coba mencari keuntungan.

“Siapa lagi yang diuntungkan kalau bukan industri rokok karena RUU Pertembakauan, apalagi FCTC tidak diratifikasi, kita makin terasing dan tidak punya posisi di kancah kesehatan dunia,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dirilis oleh berbagai lembaga survey, jumlah perokok aktif di Indonesia semakin meningkat. Ironisnya, hampir 18 persen perokok yang ada di Indonesia berasal dari kalangan pelajar.

Hingga kini, Indonesia tercatat sebagai konsumen rokok nomor lima terbesar di dunia.

Comments

comments

Comments are closed.

Kata kunci : , ,