Panglima OPM Tetap Komitmen Perjuangan Bersenjata

OkeJoss.co – Seorang pemimpin gerakan Organisasi Papua Merdeka belum mau “menyerah” kepada militer Indonesia dan tetap berkomitmen untuk berjuang dengan bersenjata selama pendudukan “Jakarta” di Papua.

“[Kamis] siang ketika saya masih di Nabire, Goliat Tabuni menelepon saya dan menegaskan bahwa ia dan pengikutnya belum menyerah untuk bergabung dengan Republik Indonesia,” dikatakan Deerd Tabuni, seorang politisi dan relasiĀ Goliat di Papua.

“[Goliath] masih konsisten dengan perjuangannya untuk Papua merdeka,” kata Deerd.

Deerd mengatakan bahwa Goliat telah menolak bahwa 23 anggota OPM telah menyerahkan diri kepada militer atau polisi Indonesia.

“[Goliath mengatakan] ‘Mereka tidak pengikut saya; mereka adalah warga sipil. Saya tidak mengerti mengapa TNI menyebut mereka pengikut saya ‘, “kata Deerd Goliat kepadanya.

Sebelumnya Brig. Jenderal Tatang Sulaiman, kepala staf Kodam Cendrawasih kata Goliat, keluarganya dan beberapa pengikutnya telah menyerahkan diri kepada pihak berwenang dan meninggalkan perjuangan melawan kekuasaan Indonesia atas Papua.

Tatang mengatakan Goliat telah meminta militer membangun dirinya dan keluarganya yang honai, atau rumah tradisional Papua, di distrik Tinginambut, di mana pemimpin OPM telah beroperasi.

Tak lama setelah merilis Tatang pernyataannya, Cendrawasih komandan militer Mayjen TNI. Fransen. G. Siahaan mengeluarkan pencabutan yang luar biasa.

Fransen mengatakan benar bahwa 23 anggota OPM telah menyerah tapi Goliat tidak di antara mereka.

Goliath Tabuni sendiri adalah panglima tinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau yang juga disebut dengan Organisasi Papua Merdeka. Goliath Tabuni bermarkas di Tingginambut Puncak jaya Papua. Pada tahun 2004 mulai beraksi melawan pemerintah RI di wilayah tersebut. Pada awalnya Goliath Tabuni berjuang bersama Kelly Kwalik di Timika yang bermarkas di Kali Kabur. Penyaderaan di Mapenduma terjadi Goliath sebagai anggota dari Kelik Kwalik, selanjutnya dia pindah ke Puncakjaya memimpin pasukan dan mulai beraksi pada 2004 sampai saat ini. Goliath Tabuni memimpin perang di puncak jaya dengan sistem strategi gerilya.

Comments are closed.

Kata kunci : ,