Olga Syahputra Meninggal Dunia, Ribuan Orang Penuhi Pemakaman

OkeJoss.co – Seperti diberitakan sebelumnya, Komedian dan Presenter Olga Syahputra telah berpulang ke pangkuan-Nya. Olga Syahputra akhirnya menyerah dengan penyakit Meningitis yang divoniskan kepadanya. Komedian 32 tahun ini menghembuskan nafas terakhirnya pada Jumat (27/3/2015) sore di Mount Elizabeth Hospital, Singapura.

Jenazah pria dengan nama asli Yoga Saputra itu telah diterbangkan dari Singapuka ke Jakarta pagi tadi, dan telah disemayamkan di rumah orangtua Olga Syahputra di kawasan Duren Sawit. Pada siang harinya jenazah Olga Syahputra diberangkatkan ke pemakaman umum (TPU) Malaka, Pondok Kelapa, Jakarta Timur untuk dikebumikan.

Sejak pagi ratusan bahkan ribuan orang telah memadati TPU Malaka, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Orang-orang yang memadati area pemakaman Olga Syahputra ini datang dari berbagai penjuru Jakarta dan sekitarnya. termasuk Ajeng (17), pelajar salah satu sekolah negeri di Pondok Kelapa. Dengan masih berseragam sekolah, ia dan teman-temannya menyempatkan diri untuk melihat pemakaman idolanya.

Akhirnya sekitar pukul 12.25 WIB Jenazah artis komedi berusia 32 tahun tersebut tiba di lokasi pemakaman. Dengan mobil ambulans, jenazah Olga Syahputra menembus ribuan orang yang menunggu sejak pagi di pemakaman.  Di tengah panas terik, isak tangis orang yang berkumpul di pemakaman pun pecah mengiringi prosesi pemakaman tersebut.

Sejumlah ibu tampak menangis histeris saat jenazah Olga Syahputra dikeluarkan dari mobil. Diiringi doa-doa, jenazah Olga Syahputra dibawa masuk ke liang kubur. Diantara ribuan orang yang mengantarkan kepergian Olga Syahputra tersebut suara jeritan dan tangisan bercampur melebur menjadi satu dengan doa-doa yang mengiringi.

Proses pemakaman Olga Syahputra di TPU Malaka, Pondok Kelapa, Jakarta Timur yang dihadiri ribuan warga masyarakat tersebut juga membuat kemacetan disekitarnya. Akibatnya, para polisi yang berjaga di lokasi itu kewalahan mengatur mereka. Para polisi juga harus mengatur para warga yang berdiri di tengah jalan atau menaiki pagar TPU Malaka.

Kebanyakan warga menggunakan kendaraan untuk memasuki TPU Malaka. Area TPU pun tidak bisa menampung semua kendaraan itu. Akibatnya, sebagian pengendara memarkir kendaraan mereka di pinggir jalan sehingga akses itu bertambah sempit. Oleh karena itu, para polisi lalu mengatur mereka untuk memindahkan kendaraan-kendaraan tersebut.

Comments are closed.

Kata kunci :