Andi Amran Sulaiman - Menteri Pertanian

Membangun Negeri Optimis Pada Sektor Ekspor Pertanian

OkeJoss.co – Andi Amran Sulaiman, selaku Menteri Pertanian membuka acara Musrenbangtan 2018 pada hari Senin (21/5/2018) lalu di auditorium Kantor Pusat Kementerian Pertanian.

Dalam kutipan dalam sambutannya Mentan mengungkapkan bahwa optimis bukan hanya sebatas kata. Optimisme Membangun Negeri yang dibarengi dengan “Kerja Keras dan Kerja Cerdas”, diatas ke ikhlasan, pasti membuahkan hasil, kutipan kata tersebut disampaikan Mentan, yang hari ini membuka acara ”

Peserta Musrenbangtan, berasal dari seluruh dinas pertanian tingkat propinsi, kabupaten dan kota, istimewanya, turut hadir Gubernur Gorontalo, Habibie.

“Kami, diawal tugas, sebagai Menteri, mendapat tanggung jawab, dari Bapak Presiden, menyelesaikan rehablitasi irigasi seluas 3 juta ha dalam 3 tahun, namun Alhamdulillah, dengan kerja keras kita semua, dalam tempo 2 tahun bisa selesai,” kata Habibie.

Bisa dilihat saat ini minat generasi muda di perdesaan mulai meningkat pada sektor pertanian. Teknologi mekanisasi, membuat gairah tersendiri, jaminan harga produksi petani, membuat, sektor pertanian saat ini diminati, kenapa tidak, bisa dibuktikan, selama ini kita, impor bawang merah, sekarang sudah ekspor, 20.000, Ton, Jagung, selama ini Indonesia impor hingga 10 Triliun.

“Saat ini, sudah ekspor hingga 300.000 ton, dari 500.000 ton target nasional, sekali lagi harus optimis, barusan saya, dapat informasi terbaru, dari Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, yang turut hadir bersama kita di Musrenbang Pertanian 2018, bahwa Volume Ekspor Jagung Gorontalo, sudah mencapai, 107 Ribu ton, melebihi dari target 57.000 ton, makanya kita optimis, tadinya target kita hanya 300.000 ton, namun melihat peningkatan produksi di seluruh sentra jagung., mungkin bisa hingga 1 juta ton,” ujar mentan.

“Kita bisa lihat, betapa saat ini, terobosan, di sektor pertanian, menunjukkan arah ysng positif, bawang putih, impornya mulai turun, kita kembangkan bawang putih, berdasarkan keunggulan komparatif lokasi dan klimatologi, di Banyuwangi, contohnya, kita sudah panen bawang putih, yang aroma dan rasanya 5 kali lebih baik, dari negeri asal bawang putih yang kita kembangkan, bahkan mereka berminat impor dari kita, luar biasa kan, makanya media harus tulis, jangan kalau harga naik beritanya besar dan durasinya berulang-berulang, Banyuwangi 2 tahun lalu, angka kemiskinan mencapai 39 persen, sekarang? turun hingga 8,6 persen, sektor pertanian mengambil andil yang besar, dari perubahan kondisi itu, bersama sektor lain tentunya. Optimis harus optimis,” tegas mentan.

Lebih lanjut Mentan menjelaskan bahwa atas peritah Presiden, baru-baru ini telah diluncurkan Program Bekerja “Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera” di 1000 Desa, 100 Kabupaten untuk Membangun Negeri. Dalam program ini, pemerintah telah membagikan Ternak Ayam Kampung dengan kandang danpakannya selama6 bulan hingga bertelur. Masyarakat yang menerima program ini adalah mereka yang pra sejahtera dengan tingkat pendapatan 1-1,3juta perbulannya. Program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan hingga 2,5juta perbulannya.

Mentan, menambahkan, saat ini, Kementerian Pertanian, memasyarakatkan, pembangunan kawasan, dengan model cluster, memanfaatkan pekarangan yang di integrasikan, mulai dari luasan 1000 hektar, bersama cluster yang kita bangun, dalam 1 Kecamatan, atau bisa gabungan 2 dan 3 Kecamatan. Dibangun juga Industri Pengolahannya, misalnya, Mangga, ketika tanaman mangga ini dibagikan, turut juga industri pengolahanya dibangun, dan ini pasti berhasil dan merubsh pola masyarakat, yang tadinya hanya menghasilkan buah, menjadi pengusaha industri, ini dapat diyakini akan tidak ada lagi masyarakat, miskin atau kurang mampu, pungkas mentan.

Sumber : hxxp://www.tribunnews.com/nasional/2018/05/22/mentan-optimis-membangun-negeri-ekspor-pertanian-tahun-2017-441-triliun-naik-24-25

Kata kunci : , ,