Ilustrasi Penganiayaan
Ilustrasi Penganiayaan

Lurah Petisah Tengah dianiaya Ketua DPRD Medan

OkeJoss.co – Dari Medan dilaporkan, sebuah tindakan kurang terpuji dari seorang pejabat publik ditunjukan oleh Ketua DPRD Medan yang dilaporkan menganiaya Lurah Petisah Tengah.

Henry Jhon Hutagalung selaku Ketua DPRD Medan kembali menunjukan sikap arogansinya, seperti diberitakan oleh Indopos. Sebelumnya, beliau pernah menantang awak media untuk berkelahi saat hendak mengkonfirmasi tentang perubahan peruntukan Gedung Nasional Medan. Kali ini, Ketua DPRD Medan tersebut dilaporkan ke Polsek Medan Baru karena melakukan penganiayaan terhadap Lurah Petisah Tengah, M Agha Novrian.

Menyikapi tindak-tanduk Henry Jhon ini, Ketua DPC PDIP Kota Medan, Hasyim mengaku kecewa. Menurutnya, tindakan yang dilakukan koleganya itu adalah tindakan oknum dan tidak ada kaitannya dengan partai. Akan tetapi, Hasyim tidak dapat menampik bahwa tindakan yang dilakukan Henry Jhon dapat dikait- kaitkan dengan PDIP. Sebab, PDIP-lah yang mengusung Henry Jhon pada Pemilu legislatif 2014 lalu dan memutuskannya menjadi Ketua DPRD Medan. ”Tindakan seperti itu sangat kita sayangkan. Tidak sepantasnya hal itu terjadi,” kata Hasyim.

Hasyim menambahkan, DPC PDIP Medan akan langsung menindaklanjuti isu yang sedang berkembang di masyarakat. Sehingga, dirinya sebagai pimpinan partai akan meminta klarifikasi kepada Henry Jhon mengenai insiden tersebut. ”Saya sudah tahu ceritanya, tapi agar lebih berimbang maka perlu klarifikasi dari yang bersangkutan,” bilangnya.

Mengenai proses hukum, Hasyim mengaku tidak akan mengintervensinya dan dapat berjalan sehingga dapat memutuskan siapa yang salah dan siapa yang benar. Apabila Henry Jhon menyandang status tersangka, maupun terdakwa, Hasyim mengaku partai akan langsung mengambil tindakan tegas terhadap posisinya saat ini. ”Kalau sampai berstatus tersangka, bisa saja posisinya sebagai Ketua DPRD Medan dicopot,” imbuhnya.

Sebelumnya, Lurah Petisah Tengah, M Agha Novrian akhirnya memutuskan melaporkan tindakan kekerasan yang dilakukan Ketua DPRD Medan, Henry Jhon terhadap dirinya ke Polsek Medan Baru, Jumat (15/5). Berkemeja putih, Agha masuk ke ruang penyidik SPK untuk melaporkan penganiayaan yang diterimanya ketika berada di ruang Camat Medan Petisah, Senin (11/5) pekan lalu. ”Kejadiannya hari Senin. Setibanya di ruang camat, Henry Jhon langsung marahmarah dan menarik kerah baju saya. Bahkan, dia menekan leher saya dengan lengannya hingga saya terduduk,” ungkap Agha. Usai melakukan penganiayaan tersebut, lanjut Agha, Henry Jhon langsung menghardiknya dengan kalimat bernada tinggi. ”Hebat kali kau rupanya jadi lurah?” ucap Agha menirukan perkataan Henry Jhon. Mendengar itu, Agha tak memperdulikannya dan hanya terdiam.

Sebenarnya, Agha menunggu iktikad baik dari Henry Jhon untuk menyampaikan permohonan maaf secara resmi. Sayangnya, permohonan maaf itu tidak kunjung diterimanya. ”Saya baru melaporkan tindakan Ketua DPRD itu karena selama beberapa hari ini keluarga menunggu permintaan maaf darinya. Akan tetapi, belum ada niatnya untuk memohon maaf atas tindakannya yang arogan itu,” jelasnya.

Sementara Ketua DPRD Medan, Henry Jhon Hutagalung yang dikonfirmasi mengaku akan melaporkan balik Lurah Petisah Tengah tersebut ke Polsek Medan Baru, dengan tuduhan melakukan pencemaran nama baik sekaligus pungli (pemerasan) yang dilakukannya kepada masyarakat. ”Sudah beberapa kali saya mendengar dia (Agha) melakukan pungli kepada masyarakat yang hendak mengurus keterangan berdomisili. Salah satunya dengan meminta Rp1,5 juta. Selain itu, melakukan kepengurusan surat domisili perusahaan Rp2,5 juta. Jadi, apabila tak dibayar maka tidak diteken (tanda tangan, Red),” kata Henry Jhon.

Comments

comments

Comments are closed.

Kata kunci : ,