Golkar kubu Ical ancam pidanakan Menkumham ke KPK dan Kejaksaan Agung

OkeJoss.co – Belum lama setelah Wakil Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Ancol Yorrys Reweyai mengatakan jika pada hari ini (20/3/2015) Menkumham Yassona Laoly akan mengeluarkan SK untuk kepengurusan partai Golkar pimpinan Agung Laksono, bendahara Partai Golkar kubu Munas Bali, Bambang Soesatyo langsung melontarkan ancaman kepada Menteri Yassona.

Bambang menyebut jika Menkumham Yasona Laoly nekat mengesahkan kubu Munas Ancol, maka Kubu ARB akan laporkan Laoly ke KPK dan Kejaksaan Agung.

“Hari ini jika Menkumham Yasona Laoly nekat mengesahkan kubu Munas Ancol seperti yang disampaikan Yorrys Raweyai dengan dasar keputusan Mahkamah Partai yang dia manipulasi, tanpa menunggu keputusan pengadilan. Maka Kubu ARB akan laporkan Laoly ke KPK dan Kejaksaan dengan sangkaan melanggar pasal 2 dan 3 UU 31/1999 tentang Tipikor juncto pasal 421 KUH Pidana,” kata Bambang Soesatyo.

Bambang juga menyebut jika tindakan dari menteri Yassona merupakan salah satu tindakan penyalahgunaan wewenang dalam jabatan. Menurut Bambang, banyak fakta-fakta yang menunjukkan Munas Ancol tidak sah dan abal-abal karena syarat dengan tindak pidana pemalsuan. Namun demikian Menkum HAM terkesan mendukung Munas Ancol yang menurutnya tidak sesuai AD/ART partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Mengingat fakta-fakta bahwa Munas Ancol itu abal-abal dan syarat tindak pidana pemalsuan, semakin telanjang di publik. Pemerintah jangan menutup mata dan mengenyampingkan realitas politik tersebut,”ujarnya.

Selain memberikan ancaman kepada menteri Yassona, Bambang juga melontarkan peringatan keras kepada kader PDIP tersebut dengan menyebut jika Yassona memiliki tanggung jawab besar dalam mengambil langkah di tengah polemik internal partai Golkar.

“Bertanggungjawab jika keputusannya yang memihak kubu Ancol itu akan menimbulkan konflik horizontal di akar rumput Partai Golkar seperti yang pernah dialami Megawati dan PDIP (hasil Kongres Sutabaya) saat masih bernama PDI yang telah banyak memakan korban jiwa,” tuturnya.

Comments are closed.

Kata kunci : , ,