Dianggap Sebarkan Paham Radikal, Kemkominfo Blokir 22 Situs

OkeJoss.co – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) kembali menerbitkan daftar pemblokiran situs. Pemblokiran 22 situs ini berdasarkan hasil pengaduan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). 22 situs ini dianggap menyebarkan paham-paham radikalisme, sehingga BNPT melaporkannya ke Kemkominfo untuk dilakukan pemblokiran.

Awalnya Kemkominfo memblokir 3 situs, namun BNPT menyusul mengajukan daftar 19 situs yang diajukan untuk di blokir. Melalui surat No 149/K.BNPT/3/2015 tentang Situs/Website Radikal, BNPT meminta memasukan 19 situs tersebut ke dalam sistem filtering Kemkominfo. Menindaklajuti surat dari BNPT tersebut, Kemkominfo telah mengirimkan surat edaran kepada para penyelenggara ISP dan meminta mereka untuk memasukkan daftar situs tersebut ke dalam sistem filtering para ISP.

“Ada 22 situs internet radikal yang diadukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT),” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemkominfo, Ismail Cawidu dalam keterangannya di situs Kominfo. Dalam surat edaran yang disebarkan ke para ISP, tidak dijelaskan alasan situs-situs ini diblokir. “Sesuai yang disampaikan pihak BNPT bahwa situs/website tersebut merupakan situs/website penggerak paham radikalisme dan/atau sebagai simpatisan radikalisme,” tulis Kemkominfo.

Diantara ke-22 situs ini terdapat beberapa situs yang sudah cukup familiar di masyarakat yaitu, arrahmah.com dan voa-islam.com. Berikut ini ke-22 situs yang diblokir Kemkominfo:

  1. arrahmah.com
  2. voa-islam.com
  3. ghur4ba.blogspot.com
  4. panjimas.com
  5. thoriquna.com
  6. dakwatuna.com
  7. kafilahmujahid.com
  8. an-najah.net
  9. muslimdaily.net
  10. hidayatullah.com
  11. salam-online.com
  12. aqlislamiccenter.com
  13. kiblat.net
  14. dakwahmedia.com
  15. muqawamah.com
  16. lasdipo.com
  17. gemaislam.com
  18. eramuslim.com
  19. daulahislam.com
  20. shoutussalam.com
  21. azzammedia.com
  22. indonesiasupportislamicatate.blogspot.com

Pemblokiran 22 situs ini menjadi heboh di masyarakat, dikarenakan situs-situs tersebut adalah media Islam. Banyak yang menganggap pemblokiran situs ini seperti pembredelan media-media di masa orde baru. Muncul banyak tentangan dari berbagai kalangan yang mayoritas Muslim, mereka menuntuk dikembalikannya situs-situs tersebut.

Penolakan ini banyak diungkapkan di media sosial seperti Twitter, hingga hashtag #KembalikanMediaIslam menjadi trending topik. Sayangnya sampai berita ini ditulis tidak ada penjelasan dari BNPT mengenai pemblokiran 22 situs media Islam yang dianggap menyebarkan paham-paham radikal tersebut.

Comments are closed.

Kata kunci : , ,