Besok, Mensos Khofifah akan tutup lokalisasi di Ponorogo

OkeJoss.co – Jika pada tahun lalu Walikota Surabaya Tri Risma Harini memutuskan untuk menutup lokalisasi paling terkenal di Jawa Timur, Doly, maka kali ini giliran Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa yang berencana menutup lokalisasi besar lainnya yang ada di wilayah Jawa Timur.

Rencana penutupan salah satu lokalisasi di wilayah Jawa Timur oleh Mensos Khofifah tersebut langsung disampaikannya kepada para wartawan di Surabaya pada hari minggu (7/6/2015).

Dalam pernyataannya, Mensos Khofifah mengatakan jika pihaknya akan menutup lokalisasi yang berada di Ponorogo, Jawa Timur pada hari senin (8/6/2015).

“Jadi memang besok Insya Allah akan ada penutupan lokalisasi di Ponorogo. Hal ini perlu dilakukan karena lokalisasi ini merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia,” ungkap Mensos Khofifah.

Mensos Khofifah juga menjelaskan jika alasannya menutup lokalisasi yang ada di ponorogo tersebut sebagai bentuk ikhtiar dan komitmen Kementerian Sosial, untuk menghilangkan perbudakan, eksploitasi manusia, dan perdagangan manusia atau human trafficking.

“Karena sesungguhnya di dalam prostitusi itu terdapat perbudakan, kriminalisasi, eksploitasi, dan human trafficking,” kata Khofifah.

Khofifah yang juga merupakan Ketua Umum Muslimat NU itu mengatakan jika secara total ada 48 lokalisasi ada di Jawa Timur, di mana 12 lokalisasi di antaranya sudah ditutup.

“Oleh karena itu, pada saat yang sama daerah-daerah yang teridentifikasi sebagai daerah asal PSK (pekerja seks komersial) itu, harus proaktif untuk bisa menyiapkan lapangan kerja yang maksimal terhadap warganya,” tandas Khofifah.

Usaha penutupan lokalisasi oleh pemerintah sendiri dilakukan dengan cara belajar dari pengalaman yang dilakukan negara Swedia. Swedia membutuhkn waktu tiga tahun untuk dapat menurunkan tingkat pemintaan dan pengguna jasa seks komersial 80 persen dan 75 persen penyedia jasanya.

Selain berhasil menurunkan tingkat permintaan jasa seks, Swedia juga menggunakan cara hukuman denda dan menampilkan identitas, atau wajah si pengguna jasa seks komersial di berbagai media, termasuk media sosial.‎

Comments are closed.

Kata kunci : , , ,