Belum terima surat dari otoritas Filipina, Mary Jane batal berikan kesaksian

OkeJoss.co – Usai menangguhkan hukuman mati kepada terpidana Mary Jane, kini Kejaksaan Agung kembali membatalkan jadwal penyelenggaraan Video Conference dalam dugaan perdagangan manusia yang dikabarkan melibatkan WNA asal Filipina tersebut.

Mary Jane sendiri dijadwalkan akan memberikan kesaksian melalui video conference pada jumat (8/5/2015) besok. Namun kabar terakhir, hingga saat ini kejaksaan agung belum menerima surat permintaan resmi dari otoritas Filipina sebagai dasar penyelenggaraan video conference.

Seperti yang diungkapkan oleh Tony T. Spontana selaku Kapuspenkum Kejagung, surat permintaan resmi tersebut akan dijadikan dasar dari persiapan dan kesepakatan terkait siapa saja yang akan hadir, bahasa apa yang akan digunakan serta tanggungan biaya yang harus ditanggung oleh otoritas Filipina.

Belum adanya surat resmi dari otoritas Filipina tersebut membuat Tony memastikan rencana penyelenggaraan video conference permintaan keterangan dari Mary Jane itu tidak akan dilaksanakan sesuai jadwal.

“Jadi, ditunda sampai semua surat menyurat secara resmi kita terima,” kata Tony.

Secara teknis, Tony mengatakan jika rencananya yang bisa hadir saat video conference itu akan dibatasi meski itu merupakan persidangan terbuka. Walaupun bersifat terbuka, namun kejagung memastikan jika dengan status terpidana mati yang ada pada Mary Jane membuat persidangan tidak akan dibuka secara umum.

Hasil dari persidangan dan pemberian kesaksian dari Mary Jane tersebut nantinya akan diinformasikan kepada masyarakat umum melalui konferensi pers dari kejati ataupun Punpenkum.

“Namun nanti dari otoritas setempat misalnya dari Kejati atau Puspenkum akan memberikan konferensi pers dari hasil video conference yang dilakukan terhadap Mary Jane,” ujar Tony.

Mary Jane sendiri merupakan salah satu terpidana mati yang lolos dari eksekusi mati di Nusakambangan beberapa lalu. Hukuman matinya ditangguhkan usai pemerintah Filipina mengatakan jika Mary Jane menjadi korban Human Trafficking.

Comments are closed.

Kata kunci : , , ,