Aktivis BERSIH di Malaysia
Aktivis BERSIH di Malaysia

Aktivis HAM Indonesia Dilarang Masuk Ke Malaysia

OkeJoss.co – Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Indonesia Mugiyanto Sipin ditahan oleh petugas imigrasi Malaysia di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada hari Kamis (7/1/2016) siang waktu setempat dan segera dideportasi kembali ke Indonesia, perwakilan dari organisasi telah dikonfirmasi.

Mugiyanto telah tiba di Kuala Lumpur dalam rangka mencadi pembicara dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Bersih 2.0 ketika ia di-stop oleh petugas imigrasi, Sekretariat Bersih 2.0, Mandeep Singh mengatakan kepada Jakarta Post.

Mugiyanto dikonfirmasi telah tiba kembali di Jakarta pada Kamis sore.

Dia membuat pernyataan di akun Facebook-nya yang berbunyi, “Tiga petugas polisi yang menginterogasi saya mengatakan bahwa mereka diperintahkan oleh otoritas politik untuk melarang saya masuk Malaysia. Mereka mengatakan bahwa kehadiran saya di diskusi Yellow Mania Forum dianggap campur tangan politik oleh orang asing.”

Mugiyanto akan menghadiri Kuning Mania Forum di mana ia dijadwalkan untuk berbicara bersama Ketua Bersih 2.0 Maria Chin Abdullah di sebuah acara bertajuk “Gerakan Rakyat dapat membawa perubahan” di Kuala Lumpur dan Selangor Chinese Assembly Hall (KLSCAH).

Bersih 2.0 sangat mengutuk keputusan pemerintah untuk melarang Mugiyanto memasuki Malaysia, menurut pernyataan resmi.

Bersih, yang berarti “bersih” dalam bahasa Melayu, merujuk pada Koalisi Bebas dan Adil. Ini adalah kelompok masyarakat sipil yang terdiri dari 84 organisasi non-pemerintah menyerukan reformasi menyeluruh dari proses pemilihan di Malaysia.

“Ini belum lebih bukti perlunya Barisan Nasional [pihak] untuk mencegah hak untuk protes dan berbicara,” kata pernyataan itu.

Meskipun deportasi Mugiyanto, ia masih akan berbicara pada acara yang penyelenggara akan memfasilitasi melalui Skype.

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Herman Prayitno menegaskan deportasi Mugiyanto ini.

“[Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia] menghormati otoritas Malaysia dan hukum,” kata Herman saat dihubungi hari ini.

Mugiyanto, yang memegang posisi ketua Keluarga Hilang Asosiasi Orang (IKOHI) selama 12 tahun 2002-2014, adalah seorang pemimpin mahasiswa dalam gerakan reformasi anti-Soeharto pada tahun 1998 dan membantu mengatur perlawanan mahasiswa dan tindakan terhadap Suharto ‘Orde Baru ‘ rezim. Dia termasuk aktivis pro-demokrasi yang diculik dan kemudian dibebaskan.

Mugiyanto saat petugas program senior untuk Hak Asasi Manusia dan Demokrasi di International NGO Forum on Indonesia Development (INFID).

Comments

comments

Comments are closed.

Kata kunci : , , , , ,