Warga Perbatasan Klaten-Sukoharjo Keluhkan Kelangkaan Gas Elpiji

OkeJoss.co – Disaat hampir semua masyarakat telah berpindah ke gas elpiji untuk memasak, disayangkan terjadi kelangkaan. Beberpa warga di perbatasan Klaten dengan Sukoharjo mengelukan kelangkaan Gas Elpiji, terutama untuk tabung tiga kilogram. Karena kelangkaan ini, terpaksa banyak masyarakat yang harus menghemat untuk keperluan memasak.

Karsiti (50), Warga Dusun Tegal Mojo, Desa Gunting, Kecamatan Wonosari itu mengaku, harus mencari hingga desa sebelah untuk mendapatkannya, itupun dengan harga yang tinggi. “Sudah sekitar dua minggu gas ukuran tiga kilo sulit dicari. Kalaupun ada, harus mencari ke desa tetangga, itupun langka dan harus saya tembus dengan harga Rp22 ribu,” ujar Karsiti, Kamis (14/5/2015).

Karsiti mengungkapkan harus pandai-pandai memilih bahan bakar untuk memasak. Untuk memasak yang cukup singkat dan lebih penting, ia memilih menggunakan tabung gas. Sedangkan untuk yang memerlukan waktu lama atau yang tidak terlalu penting ia menggunakan kayu bakar. Ia memilih menggunakan kayu bakar untuk memasak air, sedangkan untuk memasak nasi baru menggunakan gas elpiji.

Kelangkaan tabung gas ini juga terjadi di Desa Bolopleret, Kecamatan Juwiring. Seorang pengecer gas elpiji tiga kilogram Suyatmi (58), mengaku sudah tiga minggu pasokan tersendat. Ia mengatakan sudah memeroleh jatah tabung melon, namun setelah jika dicermati tabung gas yang ia terima bukan diperuntukan untuk pasaran Kabupaten Klaten.

Hal tersebut terlihat pada segel yang berwarna merah muda, yang diperuntukan untuk wilayah Solo. “Itu dapat lima, tapi segelnya berwarna merah. Saya tidak peduli, yang penting saya memiliki gas untuk dijual, pun demikian jatah tersebut juga saya pakai sendiri,” katanya. Seperti diketahui dalam distribusi, tabung gas elpiji 3 kg memiliki penanda warna segel berbeda untuk masing masing dearah.

Pengecer lainnya, Suharni (55) mengungkapkan, dua puluh tabung yang ia miliki dalam keadaan melompong. Ia tidak bisa berbuat banyak akan keadaan ini, lantaran pangkalan pelanggannya pun tidak memiliki stok tersisa. “Buat masak sehari-hari saja sulit, apalagi untuk melayani pelanggan. Mereka hampir setiap hari bertanya sudah ada pasokan atau belum, ya saya jawab saja tidak ada,” kata Suharni.

Comments are closed.

Kata kunci : , , ,