Wacana Bulog akan dibubarkan kembali mencuat, banyak pihak menolak

OkeJoss.co – Kasus beras plastik yang tengah marak dibahas oleh masyarakat rupanya membuat wacana pembubaran Bulog kembali mencuat. Mencuatnya isu terkait pembubaran Bulog tersebut akhirnya menuai reaksi penolakan dari berbagai pihak.

Penolakan akan pembubaran Bulog sendiri dikarenakan banyak pihak yang menilai jika keberadaan bulog masih sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas pangan yang ada di Indonesia. Salah satu penolakan terhadap wacana pembubaran Bulog tersebut datang dari Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Hermanto Siregar. Prof. Hermanto mengatakan jika pemikiran tentang pembubaran Bulog akan sangat berbahaya.

“Pemikiran tersebut (membubarkan Bulog) sangat berbahaya. Itu kan seperti semangat IMF dahulu,” kata Prof Hermanto Siregar.

Selain menolak wacana pembubaran Bulog, Prof Hermanto juga mengatakan ketidaksetujuannya jika pembubaran Bulog tersebut disebabkan karena lembaga Pemerintah tersebut dianggap tidak mampu menjalankan fungsinya belakangan ini.

“Jika saat ini Bulog dianggap kurang berperan optimal, hal itu karena Bulog memang tidak diberi keluasaan untuk menjalankan fungsinya,” tuturnya.

Prof Hermanto juga menjelaskan jika Bulog dibubarkan, maka mekanisme perdagangan beras akan menjadi sangat rawan. Hal tersebut disebabkan karena dengan tidak adanya Bulog, maka nantinya mekanisme perdagangan beras di Indonesia akan diatur oleh para pedagang. Dengan diatur sepenuhnya oleh pedagang, ia memprediksi akan memunculkan lonjakan harga beras dan banyak penimbunan di masyarakat.

Dengan kata lain, Prof Hermanto menegaskan pentingnya peranan Bulog di Indonesia sebagai lembaga yang bertujuan untuk menstabilkan harga beras di pasar.

Sebagai informasi, Wacana pembubaran Bulog ini dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo beberapa waktu lalu. Mantan Sekjen PDI-Perjuangan tersebut menilai jika Bulog tidak mampu menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan pengelolaan beras.

Selain itu, Mendagri mengaku banyak menerima laporan dan melihat pemberitaan di media mengenai kinerja Bulog yang tidak maksimal dalam melayani masyarakat di sektor pangan.

Comments are closed.

Kata kunci : ,