Ujian Nasional dipastikan belum sepenuhnya dapat berlangsung online

OkeJoss.co – Ujian Nasional untuk siswa SMA/SMK sederajat akan dilaksanakan mulai besok senin (13/5/2015). Secara teknis, pemerintah telah memberikan kesempatan kepada sekolah untuk dapat melakukan ujian nasional secara online. Namun sepertinya banyak SMA yang belum akan melaksanakan UN Online tersebut.

Pemerintah sendiri telah menunjuk sekolah yang siap secara fasilitas dan bersedia melaksanakan UN secara online sebagai penyelanggara UN Online, namun banyak alasan dan kendala yang melatarbelakangi tidak dapat dilangsungkannya UN secara online pada tahun ini.

Salah satu alasannya dikemukakan oleh kepala sekolah dari SMAN 1 Purwokerto, Arif Priadi. Arif mengatakan jika sekolahnya sengaja memilih UN konvensional daripada UN Online. Hal tersebut dipilih oleh sekolah SMAN 1 Purwokerto untuk menghindari hal-hal yang ada di luar perhitungan.

“Kami memang sengaja memilih yang konvensional karena yang kami cermati bukannya masalah cukup atau tidak cukup komputernya tetapi ada hal-hal yang bisa muncul di luar perhitungan kita,” ujar Arif.

Secara lebih lanjut, Arif juga mengatakan jika masih banyak siswanya yang belum terbiasa melakukan ujian secara online. Bahkan, ketika pemerintah melakukan ujicoba Ujian Online kepada para kepala sekolah, dirinya merasa fisiknya lebih cepat merasa lelah.

“Saya kemarin pengalaman ujian kepala sekolah 100 soal saja secara online, tengkuk sudah merasa letih, sekarang siswa,” katanya.

Hal tidak diduga lain yang dimaksudkan oleh Arif adalah kemungkinan jika komputer ataupun jaringan yang digunakan oleh siswa saat melakukan UN online mengalami gangguan seperti mati lampu, ataupun koneksi internet terputus. Walaupun nantinya secara teknis dapat diatasi, namun kejadian tersebut kemungkinan besar akan mengganggu psikologis siswa saat mengerjakan soal ujian.

Oleh karena alasan dan pertimbangan tersebut, maka kepala sekolah SMAN 1 Purwokerto tersebut memutuskan jika sekolahnya tidak akan menggunakan UN online pada tahun ini. Selain resiko yang cukup tinggi, pihaknya tidak mau para siswanya jadi korban tidak lulus karena mengikuti UN berbasis CBT tersebut.

Arif juga mengatakan jika mudah-mudahan pada tahun depan sekolahnya akan lebih siap menghadapi UN online.

“Paling tidak tahun depan, Insya Allah kami sudah lebih siap. Kami akan membiasakan anak-anak untuk latihan ulangan harian seperti itu berbasis komputer,” katanya.

Comments are closed.

Kata kunci : , , ,