TKI Siti Zaenab dihukum pancung, Menlu Retno panggil Dubes Arab

OkeJoss.co – Kasus pembunuhan istri majikam di Arab Saudi yang dilakukan oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Bangkalan, Madura, Siti Zaenab binti Duhari pada tahun 1999 akhirnya berakhir dengan eksekusi mati yang dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi pada hari Selasa (14/4/2015).

Eksekusi mati yang dijatuhkan otoritas Arab Saudi kepada Siti Zaenab tersebut cukup mengundang perhatian banyak kalangan, salah satunya dari Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Merasa kaget dan menyayangkan keputusan dari otoritas Arab Saudi terkait eksekusi mati kepada Siti Zaenab, Menlu Retno  akhirnya mengirimkan nota protes dan memanggil Duta Besar Arab Saudi pada hari ini.

“Belum ada tanggapan dari Pemerintah Arab Saudi. Nota protes baru dikirim kemarin sore dan hari ini akan kami panggil Dubes-nya,” kata Retno

Menteri Retno menjelaskan jika nota protes tersebut berisi protes dari pemerintah Indonesia yang mempertanyakan mengapa perwakilan (Duta Besar Indonesia) di Arab Saudi tidak diberi informasi mengenai waktu pelaksanaan eksekusi mati.

“Kami diberi tahu setelah eksekusi dilakukan,” ujar Retno.

Siti Zaenab dijatuhi hukuman mati atas kasus pembunuhan terhadap istri majikannya, Nourah Bt. Abdullah Duhem Al-Maruba pada 1999. Siti Zaenab kemudian ditahan di penjara umum Madinah sejak 5 Oktober 1999.

Pengadilan Madinah menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Siti Zaenab pada 8 Januari 2001. Namun pelaksanaan hukuman ditunda untuk menunggu Walid bin Abdullah bin Muhsin Al-Ahmadi, putra bungsu korban, mencapai usia akil baligh. Pada 2013, Walid menolak memberi maaf dan tetap menuntut pelaksanaan hukuman mati.

Selain Menteri Retno, Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kasus tersebut.

Walaupun Menag Lukman juga menyayangkan keputusan dari pemerintah Arab Saudi, namun Lukman mengaku tetap menghormati sistem hukum yang ada di negara timur tengah tersebut.

“Kami prihatin dengan hukuman mati Siti Zaenab. Tapi kita hormati hukum di sana,” kata Menag Lukman

Comments are closed.

Kata kunci : , , ,