Tindak lanjuti laporan Ahok terkait dana Siluman APBD DKI, KPK terus kumpulkan data

OkeJoss.co – Laporan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait adanya dana siluman dan dugaan penyelewangan anggaran dalam APBD DKI Jakarta tahun 2015 sebesar 12 Triliun masih terus ditindaklanjuti oleh para anggota KPK.

Seperti yang diungkapkan oleh Plt Pimpinan KPK Johan Budi SP hari ini (17/3/2015), ia mengatakan jika KPK masih terus melakukan pengumpulan data dan keterangan (Pulbaket) untuk menindak lanjuti laporan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama terkait adanya dana siluman. Jika semuanya telah terkumpul, maka diharapkan dalam waktu cepat KPK sudah bisa menyimpulkan apakah laporan Ahok bisa dinaikkan ke tahap penyelidikan atau belum.

“Pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan) masih terus dilakukan hingga saat ini,” kata Johan Budi.

Hingga kini KPK telah memintai keterangan dari beberapa pihak terkait laporan yang diajukan oleh mantan Bupati Belitung Timur tersebut. Walaupun demikian, Johan enggan menjelaskan siapa saja pihak-pihak yang telah dimintai keterangan tersebut.

“Saya harus tanyakan dulu ke dumas kalau soal siapa saja yang telah dimintai keterangan. Namun yang pasti kita sudah mendatangi kantor Pak Ahok juga,” tegas Johan.

Seperti diketahui, saat ini KPK tengah dalam tahap verifikasi terhadap laporan yang disampaikan Ahok. Ada dua pokok perkara yang dilaporkan Ahok, yakni soal dugaan penyelewengan penggunaan APBD DKI 2012-2014 dan dugaan kongkalikong dalam penyusunan RAPBD DKI tahun 2015. Besar dugaan yang menyebut jika jumlah uang yang diteliti dan diverifikasi KPK bernilai puluhan triliun rupiah seperti yang dilaporkan oleh Ahok.

Kasus terkait dana siluman di APBD DKI Jakarta yang mencapai nilai triliunan rupiah ini sendiri cukup menyita banyak perhatian publik. perseteruan antara Gubernur DKI basuki Tjahaja Purnama dengan DPRD DKI pun semakin panas. Uniknya, dukungan yang sangat besar justru mengalir dari banyak kalangan kepada Ahok agar kasus ini segera dapat diselesaikan. Bahkan, Ahok mengaku mendapatkan bantuan dari pakar IT yang berada di Singapura untuk menyelesaikan masalah dana siluman di APBD DKI.

Pakar IT yang dimaksud adalah Ainun Nadjib, seorang ahli IT asal Indonesia yang tengah menimba ilmu di Singapura. Ainun telah membuat situs bernama kawalapbd.org yang berisi pemantauan anggaran dalam R-APBD DKI. Di situs tersebut dijabarkan selisih tiap anggaran dari e-budgeting dengan versi DPRD DKI Jakarta.

Comments are closed.

Kata kunci : , , , ,