Tidak lakukan UN online, ratusan amplop soal UN hilang

OkeJoss.co – Masalah demi masalah terkait penyelenggaraan Ujian Nasional mulai muncul. Usai banyaknya sekolah yang menyatakan tidak akan menggunakan Ujian Nasional (UN) berbasis online, kini masalah pendistribusian soal UN konvensional atau berbasis pada Lembar Jawaban Komputer (LJK) kembali menjadi PR bagi pemerintah.

Kabar terbaru datang dari pendistribusian soal UN untuk Provinsi Bengkulu. Ratusan amplop yang berisi soal UN untuk kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu dikabarkan hilang.

Kehilangan ratusan amplop soal UN tersebut diungkapkan oleh Atisar Sulaiman, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu. Atisar mengatakan jika pada saat panitia melakukan pengecekan dan membuka kardus soal UN di Polres Rejang Lebong, ada sebanyak 122 amplop yang hilang.

“Ada 122 amplop soal ujian nasional hilang. Kami mengetahuinya saat panitia membuka kardus yang disegel,” kata Atisar.

Secara lebih lanjut Atisar mengatakan jika saat pendistribusian soal ujian nasional dan lembar jawaban komputer (LJK) dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, semua amplop soal disegel dan disimpan dalam kardus. Namun saat tiba di Bengkulu, sama sekali tidak ada pengecekan amplop dalam kardus.

“Saat soal tiba di Bengkulu, semuanya dalam kardus dan disegel,” terang Atisar.

Dia menduga, kekurangan tersebut terjadi saat pendistribusian percetakan di pulau Jawa ke Bengkulu. Meskipun demikian, Atisar mengatakan jika Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu telah mengirim kembali amplop soal ujian nasional ke Kabupaten Rejang Lebong guna melengkapi kekurangan tersebut.

“Saya menduga kekurangan itu terjadi saat pengepakan di percetakan. Tapi, hari ini kami sudah terjunkan panitia ke sana untuk melengkapi kekurangan tersebut,” imbuhnya.

Untuk diketahui, pendistribusian soal ujian nasional di Kabupaten Rejang Lebong menggunakan mobil boks milik PT. Pos Indonesia. Selain itu, tidak semua sekolah di Indonesia akan melakukan Ujian Nasional berbasis CBT atau UN Online.

Comments are closed.

Kata kunci :