Terus Ditimpa Masalah, Qualcomm Berencana PHK Karyawan

OkeJoss.co – Masalah demi masalah sepertinya masih terus mendatangi perusahaan pembuat chip Qualcomm. Akibat dari masalah yang terus menimpanya tersebut, Qualcomm dikabarkan akan mengurangi jumlah pekerjanya hingga 10 persen.

Pengurangan jumlah pekerja yang mencapai 10 persen tersebut membuat para pekerja di perusahaan chip tersebut was-was. Dengan kata lain, saat ini PHK tengah mengancam ratusan pegawai Qualcomm.

Seperti yang diungkapkan oleh Wall Street Journal, Qualcomm akan mengadakanreview komprehensif terhadap proyek yang mereka miliki. Dari hasil review tersebut banyak pihak memprediksi jika Qualcomm akan membagi fokus perusahaan menjadi 2 bisnis yang berbeda, yaitu produksi chip dan lisensi paten.

Sebagai informasi, pada kuartal lalu keuntungan Qualcomm menurun drastis karena mereka terlambat meluncurkan chip andalan mereka, Snapdragon 810.

Kerugian lain yang dialami oleh Qualcomm juga disebabkan oleh keputusan Samsung untuk berhenti menggunakan chip buatan Qualcomm untuk seri Galaxy S6.

Penghentian penggunaan chip buatan Qualcomm oleh Samsung tersebut sebenarnya telah diprediksi oleh perusahaan tersebut. Qualcomm bahkan menduga bahwa cepat atau lambat, Samsung akan berhenti menggunakan chip Snapdragon dan mulai menggunakan Exynos.

Masalah lain yang datang kepada Qualcomm adalah persaingan yang semakin ketat dengan MediaTek, Samsung dan perusahaan pembuat chip lain asal Tiongkok.

Jika pada tahun sebelumnya Qualcomm cukup bangga karena prosesor mereka digunakan di banyak perangkat smartphone maupun gadget, maka keadaan sebaliknya muncul pada tahun ini. Bahkan saat ini, dua per tiga pendapatan Qualcomm mereka dapatkan dari bisnis penjualan chip.

Walaupun sudah banyak kabar terkait rencana pengurangan pekerja yang akan dilakukan oleh Qualcomm, namun belum diketahui secara pasti kapan rencana tersebut benar-benar akan dilakukan. Kemungkinan besar PHK terhadap ratusan pegawainya tersebut akan dilaksanakan dalam waktu 2 hingga 4 pekan ke depan.

Comments are closed.

Kata kunci : ,