Terkendala Anggaran, Pilkada Bantul Terancam Mundur

OkeJoss.co – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bantul telah direncanakan akan digelar pada tahun 2015 ini. Namun sayangnya, Pilkada Bantul ini terancam mundur pelaksanaannya di tahun 2017. Hal ini dikarenakan terkendalanya anggaran untuk menggelar Pilkada Bantul, yang masih dalam pembahasan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul.

Seperti yang dirilis TribunNews (8/5/2015), kebutuhan gelaran Pilkada Bantul sebesar Rp 18,6 miliar, namun saat ini Pemkab Bantul baru menyetujui Rp 13 Miliar. Saat ini Pemkab Bantul masih membahas persoalan anggaran ini dengan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bantul, dimana diketahui masih ada kekurangan dana sekitar Rp 5,6 miliar.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bantul, Johan Komara mengatakan, masih ada kekurangan Rp 5,6 miliar. ”Anggarannya (terbagi) dua tahun anggaran. Yang kedua cair bulan Desember 2015, itu tidak cukup untuk membiayai,” kata Johan Komara, saat memberikan keterangan pada wartawan di kantor KPU DIY, Kamis (7/5/2015).

Johan Komara menambahkan, sebelumnya KPUD telah membuat revisi anggaran pelaksanaan Pilkada bantul ini hingga sebanyak enam kali. Anggaran terakhir yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Pilkada Bantul ini sebesar Rp 18 miliar, yang merupakan kebutuhan riil mengenai kelengkapan dan biaya kampanye Pilkada Bantul.

Johan Komara juga mengungkakan kalau besarnya anggaran Pilkada Bantul tersebut karena selain kebutuhan dan kelengkapan, KPUD Bantul juga harus membianyai kampanya dan beberapa hal lainnya.Berbeda dengan Pilkada sebelumnya yang ditanggung oleh pasangan calon. ”Itu sudah untuk biaya kampanye dan lainnya. Yang harus dibiayai KPU,” jelas Johan Komara.

Ketua KPUD Bantul ini juga menambahkan, jika persoalan anggaran ini gagal terselasaikan, warga Bantuk akan mengalami kerugian. Karena pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bantul ini harus mundur di tahun 2017. Hal ini akan berpengaruh pada pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Bantul. ”Bagaimana pembangunan bisa dilakukan? Kalau tidak ada bupati definitif,” jelas Johan Komara.

 

Comments are closed.

Kata kunci : ,