Telusuri aliran uang korupsi Dahlan Iskan, Kejati DKI kerjasama dengan PPATK

OkeJoss.co – Usai menetapkan mantan Dirut PLN Dahlan Iskan sebagai tersangka kasus proyek pembangunan 21 Gardu Induk PLN di wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, kini Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta mengatakan jika mereka akan bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelisik aliran uang dugaan korupsi Dahlan tersebut.

Menanggapi pernyataan dari Kejati DKI Jakarta yang mengungkapkan rencana kerjasama dengan PPATK, Muhammad Yusuf selaku ketua lembaga tersebut mengatakan siap membantu setiap penegak hukum.

“Tanpa kerjasama pun kita akan bantu semua penegak hukum,” ujar Yusuf.

Menurut PPATK, hingga hari ini pihak Kejati DKI belum menghubungi PPATK untuk menjalin kerjasama guna menelusuri aliran dana di dalam rekening Bos Jawa Pos Group  tersebut.

“Sampai saat ini belum ada komunikasi Kepala Kejati DKI Adi Toegarisman,” pungkasnya.

Sebagai informasi, keterlibatan PPATK sendiri diharapkan oleh Kejati DKI Jakarta agar mereka dibantu untuk menelusuri aliran dana dugaan korupsi yang dilakukan oleh Dahlan dalam mega proyek yang menelan anggaran negara hingga Rp1 triliun.

Walaupun Kejati DKI Jakarta telah mengatakan nilai kerugian negara, namun PPATK masih enggan mengungkapkan apakah ada indikasi transaksi mencurigakan yang dimiliki mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.  Menurutnya, transaksi tersebut merupakan rahasia negara.

“Kita tidak bisa mengumbar begitu kepada masyarakat,” kata Yusuf.

Dengan ditetapkannya Dahlan Iskan sebagai tersangka, maka total tersangka dalam proyek gardu listrik ini menjadi 16 orang. Atas perbuatannya itu negara ditaksir menelan kerugian hingga Rp33 miliar.

Dahlan dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Comments are closed.

Kata kunci : , , , , , ,