Stok Menipis Harga Bawang Merah Melambung Tinggi di Bali

OkeJoss.co – Menipisnya stok bawang merah dan bawang merah jumbo di Denpasar, Bali baik di petani maupun di pengepul dikarenakan belum mengalami panen.Langkanya jumlah bawang merah tersebut membuat harga salah satu bumbu masakan tersebut mengalami kenaikan hingga mencapai angka 40% atau sekitar Rp 12.000.

Sebelum naik, harga bawang merah sebelumnya Rp 24.000 kini capai harga Rp 36.000 per kilogram-nya. “Hampir semua jenis bawang mengalami kenaikan, bawang merah Bali naik dari Rp24.000 perkilogram kini menjadi Rp36.000 perkilogram, bawang merah jumbo naik dari Rp18.000 perkilogram menjadi Rp25.000 perkilogram,” ungkap Komang Ani (36) seorang pedagang di Pasar Kumbasari, Denpasar, Selasa (2/06/2015),

“Berbeda dengan harga bawang merah, harga bawang putih cenderung stabil dan tidak mengalami kenaikan yang signifikan”, tambahnya

“Kalau bawang putih harganya tidak mengalami kenaikan, tetap saja di kisaran Rp18.000 perkilogram, bawang jenis itu kadang kala juga mengalami kenaikan namun sedikit, naiknya paling hanya Rp1.000 perkilogramnya,” imbuhnya.

Nyoman Budi (46) seorang pedagang di Pasar Badung juga mengeluhkan kenaikan harga bawang yang cukup signifikan.

Ia mengatakan, pihaknya terpaksa mengurangi stok persediaan bawang karena takut bawang menjadi busuk karena tidak dibeli konsumen.

“Saya terpaksa mengurangi persediaan bawang di kios milik saya, jika dulu menampung sekitar satu kuintal bawang merah, kini hanya setengahnya saja atau sekitar 50 kilogram,” kata dia.

Ia mengatakan, kenaikan bawang merah bulan ini dipicu mundurnya panen di beberapa daerah penghasil bawang di Bali seperti daerah Kintamani dan sekitarnya.

“Saya prediksi harga akan tetap terus mengalami kenaikan sampai hari Raya Galungan nanti karena di beberapa daerah belum memanen bawang merah,” tutupnya.

Dari Gotontalo dilaporkan bahwa kurangnya stok bahan kebutuhan pokok, terutama bawang dan cabai, membuat pemerintah berencana untuk mengimpor. Kekurangan ini, selain karena pasokan terbatas, permintaan menjeleang puasa juga cukup mempengaruhi kenaikan harga.

“Semua aman menjelang puasa, hanya ada kenaikan harga cabai dan bawang, kemungkinan cabai dan bawang kita akan impor,” kata Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel, seusai meresmikan Pameran Pangan Nusa dan Produk Dalam Negeri Regional 2015, di Gorontalo, Ahad (31/5).
– See more at: http://www.indopos.co.id/2015/06/kurangnya-stok-bahan-pokok-pemerintah-akan-impor-cabai-dan-bawang.html#sthash.xqBJpOln.dpuf

Comments are closed.

Kata kunci : , ,