Sri Sultan bertemu Tim Keistimewaan DIY dan Pemantau Otonomi Khusus

OkeJoss.co – Sri Sultan HB X selaku Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ditemui Tim Pemantau dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait pelaksanaan UU Pelaksannaan Otonomi Khusus dan Keistimewaan DIY. Tim tersebut diketuai oleh Fadli Zon dan memiliki anggota 30 orang dari lintas fraksi.

Pertemuan tersebut terkait dengan rendahnya penyerapan Dana Keistimewaan (Danais) serta juga pada persoalan pertanahan di DIY. Kedua hal tersebut yang mendapat sorotan Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus).

Pertemuan ini guna mengetahui sejumlah persoalan pelaksanaan dari Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY yang sampai saat ini masih dalam proses transisi. “Dari hasil diskusi yang produktif dengan Gubernur DIY, diketahui ada permasalahan dalam pencairan Danais dari pusat atau penyerapan anggaran. Hal ini menyebabkan penyerapan Danais selama ini tidak maksimal karena waktu pencairannya sangat mepet sekali, kami akan bicarakan dengan kementerian terkait,” ujar Kepala Tim Otsus Aceh, Papua dan Keistimewaan DIY Fadli Zon usai bersilahturahmi dengan Sultan HB X di Komplek Kepatihan Yogyakarta, Jumat (05/06/2015).

Fadli menyampaikan kendala penyerapan Danais tidak hanya berasal dari daerah saja, tetapi penyebabnya juga karena ada masalah teknis di pemerintah pusat. Seperti dengan adanya perubahan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait Tata Cara Pengalokasian dan Penyaluran Danais DIY. Karena itu, akan mengkomunikasikan permasalahan tersebut dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Keuangan upaya pencairan dana tidak mepet dan menumpuk.

“Keterlambatan pencairan anggaran dari pusat inlah menyebabakan penyerapan yang terlambat di daerah. Untuk itu, diharaplkan pada periode selanjutnya harus lebih baik,” tandasnya.

Sementara itu, Sultan HB X telah menyampaikan hambatan-hambatan yang dialami daerah sudah disampaikan kepada tim tersebut. Tim akan mencoba mengkomunikasikan persoalan tersebut dengan kementerian terkait mengingat tidak sepenuhnya problem realisasi anggaran Danais berasal dari daerah saja, tapi juga dari pusat yang sering terlambat dalam pencairan.

Comments are closed.

Kata kunci : , ,