Gedung Pentagon AS

Sistem Email Pentagon Diretas, Data 4000 Staf Gabungan Bocor

OkeJoss.co – Kabar kurang baik datang dari gedung Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon). Departemen yang cukup vital bagi pemerintah AS tersebut baru saja mengumunkan jika sistem mereka baru saja diretas.

Peretasan yang dialami oleh Pentagon tersebut dilaporkan oleh CNBC. Media lokal AS itu menuliskan jika Pentagon berhasil menemukan bukti jika terdapat sebuah teknologi canggih yang menembus sistem email staf gabungan di Departemen Pertahanan AS. Akibatnya, data 4.000 personel militer dan pemerintahan yang bekerja di staf gabungan dinyatakan telah bocor.

Berdasarkan temuan yang diperoleh pemerintah AS, Rusia dituding menjadi pihak yang melakukan peretasan tersebut. Secara detail, Pentagon menduga jika peretasan tersebut dilakukan pada tanggal 25 juli lalu.

Menurut beberapa sumber, serangan maya Rusia mengandalkan suatu sistem otomatis yang menghimpun banyak data dalam hitungan menit. Data tersebut kemudian didistribusikan dalam waktu sekejap ke ribuan akun di internet.

Hingga kini, pemerintah AS masih terus menginvestigasi jalur peretasan dan siapa yang berada di balik peretasan tersebut. Mereka belum bisa memastikan apakah peretasan ini merupakan tindakan dari institusi pemerintahan atau perorangan. Namun, pemerintah meyakini oknumnya berkaitan dengan pemerintah Rusia.

“Jelas bahwa ini ulah oknum di dalam pemerintah (Rusia),” kata perwakilan pemerintah AS.

Walaupun banyak data dinyatakan bocor ke Internet, namun pemerintah AS menegaskan bahwa yang diretas adalah akun email yang tak tergolong rahasia. Sebagai tindak lanjut, semua sistem email yang menjadi korban dinonaktifkan untuk sementara. Rencananya sistem akan kembali beroperasi pada awal pekan depan.

Selain itu, Pentagon sendiri mengatakan jika akun-akun yang sifatnya rahasia tak tersentuh sama sekali oleh para peretas. Peretasan yang dialami oleh Pentagon ini bukan yang pertama, beberapa tahun lalu mereka juga sempat mengalami hal yang sama.

Comments

comments

Comments are closed.

Kata kunci : ,