Sibuk Cari Batu Akik di Rel, Bocah Tewas Tersambar KA Logawa

OkeJoss.co – Diduga sedang sibuk mencari batu akik bersama teman-temannya, seorang anak berumur 11 tahun tewas tersambar Kereta Api Logawa jurusan Jember-Purwokerto di Kaliabu, Banyuraden, Gamping, Sleman (9/10/2015). Diketahui anak ini bernama William Mackreco Retyan Putra, seorang siswa kelas 5 SD, warga Sidorejo, Ngestiharjo Kasihan Bantul.

Seorang saksi bernama Ari mengatakan, sekitar pukul 14.30 melihat korban dengan seorang temannya sudah mencari batu akik menelusuri rel. Diduga karena asiknya sibuk mencari batu akik, korban tidak mengetahui kalau ada kereta yang akan melintas dari arah timur ke barat. Alhasil korban pun tersambar KA Logawa yang melaju kencang. Warga lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gamping.

Ari pun sempat mengingatkan agar korban berhati-hati agar tidak tertabrak kereta. ”Setelah itu saya masuk ke rumah, namun selang lima menit kemudian ada teriakan warga yang mengatakan ada anak yang tertabrak kereta api. Setelah saya cek ternyata anak yang tadi sempat saya ingatkan tadi,’’ kata Ari seperti dikutip dari RadarJogja (10/4/2015).

Menurut masyarakat sekitar, diketahui korban memarkir sepedanya di sebalah timur dari TKP, kemudian berjalan ke barat untuk mencari batu akik bersama temannya. Diduga korban dalam posisi menghadap ke barat dan tidak mendengar adanya kereta. Baru beberapa menit setelah diingatkan oleh Ari untuk berhati-hati, kemudian terjadi peristiwa kecelakaan tersebut.

Menurut keterangan dari Kapolsek Gamping Sleman Kompol Agus Zaenudin, korban tewas seketika dan terpental sekitar tiga meter ke sisi utara rel dengan luka parah pada bagian kepala. Jasad korban telah dibawa ke RSUP Sardjito untuk divisum sebelum diserahkan ke keluarga untuk dikebumikan.

Sedangkan teman korban diketahui selamat dari kejadian ini dikarenakan berada jauh dari rel. Teman korban selamat karena jaraknya cukup jauh dari area rel. Tapi syok atas kejadian tersebut, dia melihat temannya yang tersambar,” kata Kompol Agus Zaenudin seperti dirilis HariaJogja (9/4/2015).

Comments are closed.

Kata kunci : ,