Sering Pamer Kekayaan, Roro Fitria Bantah Terlibat Prostitusi Artis

OkeJoss.co – Seperti diketahui, artis dan model seksi, Roro Fitria, dikenal sebagai salah satu selebriti yang sering memamerkan kekayaanya. Sampai-sampai Roro Fitria sempat bersaingan memamerkan kekayaanya dengan Bella Shofie. Karena hal itu, banyak yang bertanya-tanya darimana saja Roro Fitria menghasilkan harta kekayaan sebanyak itu. Apalagi dirinya belum lama dikenal orang sebagai artis.

Semenjak penggebrekan artis AA dan mucikari RA di sebuah hotel berbintang di Jakarta, terkuat adanya prostitusi dikalangan artis. Mucikari Ra tersebut mengaku mempunyai sejumlah artis yang dibawah naungannya untuk menjajakan seks komersial. Merebaknya kabar prostitusi artis ini pun sempat dihubung-hubungkan dengan sumber kekayaan yang dimiliki sejumlah artis, termasuk Roro Fitria.

Sempat muncul juga daftar inisial para artis dengan harga bookingnya, namun tidak diketahui kebenaran daftar ini. Nama Roro Fitria pun disangkut-sangkutkan dengan inisial RF yang dimasukan dalam daftar tersebut. Bahkan dalam daftar tersebut, inisial RF disebutkan dapat dibooking dengan biaya yang tidaklah murah, yaitu Rp 60 juta.

Namun Roro Fitria sendiri membantah jika dirinya merupakan RF seperti data yang beredar di internet. Untuk membuktikan dirinya tidak terlibat, Roro Fitria pun akan menempuh jalur hukum. “Saya akan menempuh jalur hukum dengan menggandeng pengacara. Saya mau kedepannya berkenaan dengan hukum bisa langsung ditanyakan ke pengacara saya,” kata Roro Fitria (12/5/2015).

Pengacara Roro Fitria, Sunan Kalijaga mengaku akan berkoordinasi dengan pihak Polres Jakarta Selatan, tempat dimana salah satu mucukari diperiksa kasusnya. “Kami akan berkoordinasi apakah inisial (daftar 17 nama artis,-red) ini sudah dalam proses lidik atau sekedar isu yang dilempar atau daftar yang beredar sudah menjadi target pihak kepolisian sendiri,” ungkap Sunan Kalijaga.

Menurut Sunan Kalijaga, pihaknya ingin mencaritahu apa motif yang dilakukan oleh pelaku. Jika nanti terbukti, Sunan Kalijaga menjelaskan ancamana terhadap kasus ini adalah pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik dan Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman penjara 6 tahun.

Comments are closed.

Kata kunci : ,