Seorang Terduga Teroris Ditangkap di Manggarai Barat

OkeJoss.co – Seorang tersangka teroris yang berinisial Sy pada hari Sabtu (18/4/2015) lalu berhasil ditangkap oleh tim gabungan di Manggarai Barat. Tim gabungan tersebut adalah dari Komando Distrik Militer (Kodim)1612 Manggarai dan Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Brigjen Ahmad Yuliarto selaku Komandan Resor Militer (Danrem) 161 Wirasakti Kupang mengatakan bahwa tersangka Sy berhasil ditangkap di Jalan Raya Lintas Lembor-Ruteng, Desa Ranggawatu, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, sekitar pukul 16.30 Wita.

“Tim gabungan terdiri dari 20 orang yakni dari Kodim 1612/Manggarai (Unit Intel Kodim 1612 empat orang anggota dan Komando Rayon Militer 1612-06/Lembor, tujuh anggota). Sementara dari Polres Manggarai Barat (Satuan Reskrim empat orang anggota dan Kepolisian Sektor Lembor tujuh orang anggota),” kata Yuliarto, Sabtu malam.

Menurut Yuliarto, penangkapan terduga teroris asal Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu dibantu warga sekitar. Sebelum melakukan penangkapan, tim gabungan melakukan pencarian dan penyisiran di hutan, persawahan dan ladang dengan berjalan kaki mulai dari pukul 02.45 Wita. Awalnya, terduga teroris diduga bersembunyi di Desa Wae Jare Kecamatan Mbeliling.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah (Polda), NTT, AKBP Agus Santosa yang dihubungi terpisah mengatakan Sy menaiki bus menuju Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat, sehingga dilakukan pengejaran oleh tim gabungan. Selanjutnya, tim mencegat bus tersebut dan menemukan Sy berada di dalam bus. Sy pun kemudian ditangkap dan dibawa ke Mapolres Manggarai Barat untuk dilakukan interogasi oleh Densus 88.

“Sy merupakan eksekutor Kapolsek Wera, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat. Syarif juga adalah warga Bima, NTB yang kawin dengan orang Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT,”kata Agus.

Kejadian naas yang menimpa Kapolsek Wera tersebut terjadi di Kecamatan Ambalawi, Bima, pada Sabtu (16/8) pukul 06.00 waktu setempat.

Dengan demikian Abdul adalah polisi yang ketiga yang ditembak di Bima dan belum satupun kasus-kasus itu yang terungkap.

Pada 2 Juni lalu, Bripka Muhamad Yamin, Kanit Intelkam Polres Bima, juga tewas ditembak di dekat rumahnya di Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, Bima, sekitar pukul 22.10 WITA.

Korban saat itu selesai tugas dan keluar dari rumahnya untuk membeli sesuatu. Sepulangnya, dia dikuntit dua orang dan ditembak di bagian kepala, perut, siku, dan leher sehingga meninggal dunia.

Saat kejadian, korban mengenakan baju preman dan diperkirakan pelaku adalah orang yang mengetahui korban adalah anggota polisi.

Pada 28 Maret lalu juga terjadi penembakan misterius yang menimpa Kasat Narkoba Polres Bima NTB Ipda Hanafi yang ditembak sekitar pukul 10.55 WITA.

Comments are closed.

Kata kunci : , ,