Seorang Mantan Wagub dilaporkan ke KPK dengan dugaan Korupsi

OkeJoss.co – Kasus korupsi tak henti-hentinya terkat dengan pejabat pemerintahan. Baru baru ini seorang mantan Wakil Gubernur dilaporkan ke KPK dengan dugaan melakukan korupsi. Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh secara resmi telah melaporkan kasus dugaan korupsi Dana Kerja Wakil Gubernur Aceh pada periode 2007-2012 Tahun Anggaran 2009 dan 2010 kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal ini dikatakan Koordinator Gerak Aceh, Ashkalani dalam pertemuannya dengan Komisi I DPR Aceh, Selasa (28/4/2015). Pertemuan ini merupakan rapat kerja dan diskusi terkait banyaknya kasus-kasus korupsi yang terjadi di Aceh, dan dominan dilakukan oleh eksekutif.

Dalam laporan itu, GeRAK Aceh menyerahkan seluruh bukti terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Wakil Gubernur yang saat itu dijabat Muhammad Nazar. Di antaranya dokumen surat pernyataan yang disampaikan oleh masyarakat yang tidak pernah menerima bantuan sosial dana kerja dari mantan Wakil Gubernur tersebut.

“Kami mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi untuk segera menindaklanjuti atas laporan Dugaan Korupsi Dana Kerja Wakil Gubernur Aceh Periode 2007-2012. Karena hasil investigasi ditemukan kuat dugaan bahwa telah terjadi tindak pidana korupsi dan berpotensi merugikan keuangan negara,” ujar Ashkalani.

Dihadapan forum, Ashkalani juga menambahkan laporan dugaan korupsi dana kerja mantan Wagub Aceh ini merupakan pintu masuk awal untuk mengungkap sejumlah dugaan korupsi lainnya dalam penggunaan dana kerja tersebut.

“Karena berdasarkan hasil investigasi GeRAK Aceh semakin banyak menemukan laporan dari masyarakat bahwa tidak pernah menerima uang dari Wakil Gubernur, tetapi nama-nama mereka tercantum dalam dokumen pertanggung jawaban tersebut,” kata dia lagi.

Ashkalani mengakui, banyak masyarakat yang datang ke Kantor Gerak untuk membuat pernyataan bahwa tidak pernah menerima uang dari Dana Kerja Wakil Gubernur Periode 2007-2012 itu. “Padahal nama masyarakat tersebut tercantum dalam laporan pertanggung jawaban,” ujar dia.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, LSM Anti Korupsi lainnya, Masyarakat Tranparansi Aceh (MaTA) juga memaparkan meningkatnya jumlah kasus korupsi di Aceh yang dominasi pelakuknya adalah kalangan eksekutif.

MaTA melaporkan untuk tahun 2014 tercatat 87 kasus korupsi yang sudah dilaporkan dan ditangani oleh penegak hukum dengan modus penggelembungan dana oleh pejabat eksekutif.

Comments are closed.

Kata kunci : , ,