Sengketa, Aset Lokal Makassar Terancam Hilang

OkeJoss.co – Sedikitnya terdapat lima buah aset lokal milik pemerintah provinsi Sulawesi Selatan yang ditaksir bernilai ratusan miliar rupiah, terancam akan hilang dari daftar aset daerah tersebut  dikarenakan statusnya yang sedang disengketakan hingga saat ini.

Dari lima tersebut dua diantaranya telah diproses di pengadilan setempat yakni tanah milik pemprov di Kecamatan Manggala, Makassar yang dikelola oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk membangun rumah dinas PNS namun tidak selesai karena persoalan tanah.

Aset Pemprov dan Pemkot Makassar yang bersoal, patut menjadi perhatian. Perlu dilakukan upaya hukum, untuk memastikan aset tak lepas dan hilang begitu saja. Pemprov seharusnya belajar dari pengalaman buruk hilangnya aset pada masa lalu. Sebut saja aset Sedona, yang meski dijanjikan dikompensasi dalam bentuk hotel untuk pemprov, tetapi sampai saat ini belum jelas. Belum lagi, sebuah bengkel di Jalan Irian, lagi-lagi lepas.

Kompleks Latanete Plaza juga masih berkasus. Kejelasan pengembalian sertifikatnya ke tangan Pemprov tak pasti. Sekarang, giliran lahan seluas 21 hektare di Kecamatan Manggala, Antang yang berpotensi lepas. Lahan yang di atasnya sudah berdiri Perumahan Graha Sayang itu, kasusnya masih bergulir. Penggugat dari ahli waris Fachruddin Daeng Romo, memiliki bukti kuat.

Kuasa hukum penggugat, Nahar Nasada menjelaskan, pihaknya tetap tegas menagih ganti rugi kepada Pemprov. Ia menilai, putusan atau penetapan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Nomor: 173/K/TUN/1998 tertanggal 8 Juni 2012 secara jelas menyatakan, jika semua hak ahli waris atas lahan di Manggala, diminta dikembalikan.

”Kasusnya masih bergulir. Kami juga sudah minta kepada Kemenpan untuk ditindaklanjuti. Sudah ada surat keluar dan Kementerian Agraria, diminta menindaklanjuti untuk menerbitkan sertifikat atas nama klien kami,” jelas Nahar kepada Fajar Indopos, Minggu 29 Maret. Ia melanjutkan, Pemprov bisa saja tetap menguasai lahan tersebut. Dengan catatan, membayar ganti rugi sebesar Rp52 miliar.

Anggota DPRD Sulsel, Selle KS Dalle lagi-lagi kecewa dengan kinerja Pemprov. Menurutnya, tidak ada ketegasan dari Pemprov untuk mengamankan aset miliknya. ”Rawan hilang sudah pasti. Kalau seperti ini terus, aset Pemprov bakal menyusut terus, karena lepas dari tangan. Habis nanti, apalagi kebanyakan belum bersertifikat,” sesal Selle.

Kepala Biro Hukum dan HAM Pemprov, Lutfi Nasir mengatakan, kasus ini masih berjalan dan belum ada pemenang. Soal bukti yang diklaim pihak penggugan, bagi Lutfi bukan persoalan. Pemprov juga mengaku punya bukti. ”Jadi itu belum ada pemenang. Kita tunggu saja proses hukumnya,” kata Lutfi. Meski Lutfi optimis, tapi tanda-tanda kekalahan Pemprov dalam kasus ini kelihatan. Buktinya, pembangunan Rusunawa di lahan itu batal dilakukan dan dipidahkan ke Baddoka.

Sementara itu, untuk mengamankan asetnya, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, segera meminta pihak terkait melakukan sensus aset-aset pemerintahan. Menurutnya, bagian aset wajib turun ke lapangan mengecek secara langsung kondisi setiap lahan milik Pemkot. ”Jangan sampai setelah dibuat sertifikatnya, belakangan bermasalah lagi. Jadi harus dicari betul data data aset Pemkot yang ada. Apakah sudah direbut atau tidak,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Danny ini, juga bakal mengumumkan semua aset Pemkot Makassar di media cetak. Sehingga, masyarakat tahu yang mana lahan milik pemerintah, yang mana milik pribadi. Danny juga siap bertarung di pengadilan untuk mempertahankan aset pemerintah.

DPRD Kota Makassar, mendukung langkah Danny. Namun, mereka kecewa dengan kerja tim inventarisasi aset yang kurang maksimal. ”Kalau pak wali ingin lakukan sensus aset, akan muncul pertanyaan, apa kerja Tim Inventarisasi Aset ini. Dari dulu kami sudah minta ke tim aset, segera serahkan hasil inventarisasinya, agar bisa bersama-sama mengevaluasi ,” kata Ketua Komisi A DPRD Wahab Tahir, Minggu 29 Maret kemarin.

Untuk membantu langkah Danny, dewan tengah membentuk panitia kerja aset. Ketua Fraksi Demokrat Abdi Asmara yang diberi amanah sebagai ketua panja menegaskan, tim panja akan mengungkap aset yang dipihakketigakan.
Terkait fasum Tello, Wahab mengatakan, itu merupakan pintu masuk untuk mengungkap kejahatan aset di Makassar. Dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar rapat dengar pendapat terkait fasum tersebut.

Comments are closed.

Kata kunci : , ,