Sekjen PBSI Terpilih Sebagai Presiden Konfederasi Bulutangkis Asia

OkeJoss.co – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Anton Subowo akhirnya terpilih sebagai Presiden Badminton Asia Confederation (BAC). Anton Subowo akan menjabat sebagai presiden BAC periode 2015 hingga 2019.

Anton Subowo yang mencalonkan diri sebagai presiden BAC sebelumnya harus bersaing dengan kandidat presiden lainnya yang berasal dari India dan Thailand. Namun saat pemilihan yang digelar di Wuhan, China, kedua kandidat asal India dan Thailand tersebut mengundurkan diri. Mereka berdua juga memberikan dukungannya terhadap Anton Subowo.

Karena dua kandidat mundur, maka secara aklamasi Anton Subowo yang saat ini menjabat sebagai Sekjen PBSI terpilih sebagai Presiden Konfederasi Bulutangkis Asia. Saat diwawancarai melalui telepon, Anton mengungkapkan kebahagiaan sekaligus membawa beban untuk membawa bulutangkis Asia maju dan mampu berkembang di seluruh dunia. Selain terpilih menjadi Presiden BAC, Anton juga dinobatkan menjadi Vice President BWF, continental representative. Melalui posisi ini Anton akan mewakili Asia untuk berbicara di organisasi bulutangkis dunia atau BWF.

“Pemilihan Presiden BAC ini akhirnya dapat dilakukan secara aklamasi. Tentu saja hal ini berdampak positif untuk menjaga kesatuan dan kekompakan dari BAC itu sendiri. Misi pertama kami yang pasti adalah, bagaimana agar BAC ini bisa kuat. Kami harus menjadi satu, karena selama ini BAC masih terpecah-pecah, banyak insiden yang membuat BAC menjadi tidak kompak. Sehingga kemarin saat pemilihan Presiden BWF, Asia kehilangan posisi itu,” kata Anton.

Di bawah kepemimpinannya, Anton berharap BAC bisa lebih solid untuk mengembangkan bulutangkis, khususnya untuk negara-negara Asia. “Negara-negara kuat bulutangkis di Asia juga masih belum banyak. Ada Tiongkok, Indonesia, Malaysia, Jepang, Thailand, India dan lain sebagainya. Tapi dari 42 negara ini masih ada sekita 30 negara lagi yang perlu dibantu. Untuk menjadi lebih kuat, kita harus membantu negara-negara yang ingin berkembang dan mulai aktif, seperti negara-negara timur tengah, Asia Selatan, Srilanka, Maladewa, Afganistan, Mongolia, Kazakhstan dan masih banyak lagi negara lainnya yang berpotensi.” kata Anton

Anton pun menambahkan bahwa kedepannya kemungkinan akan dibuat liga di masing-masing wilayah. Supaya ketika mereka mengirim pemain ke turnamen, mereka tidak langsung pulang karena kalah di babak pertama. Anton berharap nantinya mereka bisa membuat bulutangkis lebih menarik bagi mereka karena Asia sangat besar dan hal ini akan menjadi tantangan bagi Anton.

Comments are closed.

Kata kunci : , , ,