Rencana Pengembangan Borobudur Diminati Banyak Pihak

OkeJoss.co – Pengenmbangan Borobudur sebagai tempat destinasi memiliki kemungkinan yang baik, hal tersebut yang dibicarakan antara Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah dengan Presiden Joko Widodo serta Menteri Pariwisata ketika mereka menghadiri perayaan Trisuci Waisak di candi terbesar di Indonesia itu pada Selasa (2/6/2015).

Beberapa Duta Besar dari berbagai negara banyak yang ingin datang mengunjungi Borobudur, menurut hasil lobi dari Ganjar Pranowo. Seperti dikemukakan kepada para pewarta pada acara pembukaan Festival Jamu Kuliner Jawa Tengah 2015 di alun-alun Kota Magelang, Jmuat (5/6/2015) waktu setempat.

Juga dikatakan, dicoba untuk dijajagi tidak hanya masalah sister city maupun lainnya, tetapi juga soal sister temple. Angkorwat sudah bekerjasama, dan Duta Besar Laos juga justru mengajak bekerjasama. Hal inilah yang ingin didorong. Dari Cina pun banyak tertarik.

Karena itu pengembangan Borobudur, menurut Gubernur Jateng, harus dibuat dalam sebuah landscap tujuan wisata yang benar-benar menarik dan benar-benar dapat menjadi magnetnya pariwisata. Sekarang dibutuhkan adanya penataan.

Kalau melihat Candi Borobudur hanya sebagai tumpukan bebatuan dengan relief-relief, mungkin orang datang berkunjung cukup hanya sekali dan tidak akan datang lagi. Tetapi kalau bisa diceriterakan mengenai pengalaman yang ada di Candi Borobudur, sejarah panjang, sendratari, mungkin potensi lain pendukung seperti akomodasi yang baik, kuliner yang baik, suvenir yang baik, landscap yang baik maupun lainnya serta dukungan-dukungan tempat-tempat wisata lain seperti sungai, maka orang dapat melakukan arung jeram, menikmati ketenangan atau menikmati kesenian.

“Inilah nanti yang membuat daerah-daerah di sekitarnya juga akan tumbuh,” katanya. Kalau hal ini dapat dibangun, lanjutnya, pemerintah tinggal memikirkan bagaimana jalur transportasi yang mudah. Hal inilah yang juga dibicarakan mengenai bagaimana kedekatan dengan bandara, memungkinkan apa tidak kalau jalur kereta api masuk sampai di Borobudur. Kalau tidak bisa, mungkin dengan shuttle bus yang benar-benar nyaman serta memperoleh dukungan infrastruktur yang mulus dan baik. Meskipun semuanya itu merupakan masih berupa contoh, tetapi kalau hal ini bisa dilakukan akan sungguh luar biasa.

Ditanya mengenai apakah banyak negara yang tertarik mengenai pengembangan Borobudur ini, Gubernur Jateng mengatakan rata-rata hampir semua negara ada “wow effect”-nya.”. Misalnya seperti “wow ini merupakan bangunan candi terbesar di dunia”, yang kemudian memunculkan suatu pertanyaan ‘kok bisa membangunnya’. Dari hal ini sebenarnya dapat diberi penjelasan dengan banyak, dan relief-relief yang ada di dinding bangunan Candi Borobudur juga dapat diceriterakan.

“Yang kurang dari kita adalah story telling dari kita,” tambahnya. Untuk ini, Kementerian Pariwisata tahun ini ada anggaran sekitar Rp 10 miliar untuk promosi, di antaranya lewat siaran dan tayangan televisi kelas dunia.

Comments are closed.

Kata kunci : ,