Punya Profeser Termuda di Indonesia dari Unlam Banjarmasin

OkeJoss.co – Gagal menjadi dokter tidak meredupkan semangat yang dipunyai Qomariyatus Sholihah untuk terus mengembangkan kemampuan dan pengabdiannya dibidang kesehatan. Akademisi yang berasal dari Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin itu malah kini menjadi guru besar termuda di Indonesia.

Qoqom begitu sapaan akrabnya, berhasil mendapatkan gelar kehormatan dengan titel profesor untuk bidang Ilmu Kesehatan/Keselamatan & Kesehatan Kerja pada usianya saat 36 tahun dan 11 bulan.

Perempuan dilahirkan pada 20 April 1978 di Lamongan tersebut awalnya bercita-cita menjadi dokter. Cita-citanya tersebut bermula dari kegundahannya akan tak ada dokter di kampung, sang ibu yang melahirkan adik Qoqom kala itu menderita tetanus.

Selain itu masih banyak tetangga di sekitar rumah Qoqom saat itu yang harus susah payah menuju kota untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dari dokter.

”Dari situ saya kemudian mendaftar UMPTN (Kini SBMPTN) di Universitas Airlangga (Unair) Jurusan Pendidik Dokter, tapi saya gagal lulus,” ucapnya. Qoqom sendiri bakal dinobatkan sebagai guru besar secara resmi oleh Rektor Unlam Prof Dr H Sutarto Hadi pada 11 Juni mendatang di Aula Rektorat Unlam. Selain pengukuhan sebagai guru besar, nantinya juga ada prosesi penyerahan Rekor MURI kepada Qoqom. Qoqom dinobatkan sebagai guru besar perempuan termuda di Indonesia.

”Awalnya teman saya yang bilang kenapa tidak diajukan ke MURI, saya kemudian cari tahu dan bisa berkomunikasi dengan Pak Paulus dan Ibu Wina dari MURI, mereka sangat mendukung dan bilang kalau ini bisa membuat semangat para pendidik di Indonesia. Pak rektor juga mendukung, bahkan beliau membantu membiayai pemecahan rekor ini,” ucapnya.

Qoqom menambahkan, keberhasilannya meraih guru besar tak lepas dari ridho dan dukungan sang suami. Ia menyebut, meski suaminya hanya seorang dokter biasa, namun mendukung dirinya hingga berhasil menjadi profesor. ”Tapi setinggi apapun titel saya, saya tetap seorang ibu bagi kedua anak saya dan seorang istri bagi suami saya,” tambahnya.

Pada pengukuhannya nanti, Qoqom akan menyampaikan orasi ilmiah berjudul Peran Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja( SMK3) Wujudkan Budaya K3 Dalam Me ncegah Kecelakaan dan Penyakit Akibat Ker ja(PAK)Sebagai Langkah Mencapai Stabilitas Usaha. Orasi ilmiah ini akan disampaikan dihadapan Senat Unlam dan para undangan.

Comments are closed.

Kata kunci : , ,