Polisi Identifikasi Pelaku Bom Mall Alam Sutera Bernama Leopard

OkeJoss.co – Polisi telah mengungkapkan identitas salah satu tersangka yang ditangkap diyakini bertanggung jawab atas ledakan bom di Mall Alam Sutera di pinggiran Jakarta Barat, Rabu lalu.

Kapolda Jakarta, Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengatakan tersangka adalah seorang pria 29 tahun bernama Leopard Wisnu Kumala, seorang teknisi di sebuah perusahaan jasa telekomunikasi dan instalasi, yang menurut pengakuannya sendiri meletakkan bahan peledak di mal yang sama pada setidaknya tiga kesempatan berbeda sebelumnya.

Penyelidikan awal juga mengungkapkan bahwa Leopard “beraksi sendiri tidak memiliki hubungan dengan kelompok terorisme,” kata Tito, merujuk pada laporan sebelumnya bahwa tersangka mungkin merupakan simpatisan ISIS. Motif Leopard jelas untuk ledakan mal adalah untuk memeras uang, Tito menambahkan.

Polisi sebelumnya menangkap dua orang sehubungan dengan ledakan itu, tetapi hanya Leopard yang dijadikan tersangka.

Pada hari Rabu, polisi mengatakan ledakan itu disebabkan oleh peledak bertenaga rendah, yang tersembunyi di dalam tempat sampah dekat kantin untuk pekerja mall di lantai dasar. Bom itu meledak di sekitar jam makan siang, melukai petugas kebersihan. Insiden ini mencerminkan ledakan identik di toilet di mal yang sama pada tanggal 9 Juli, juga melukai satu orang.

Menurut polisi, Leopard mengakui pemboman sebelumnya, pada tanggal 9 Juli, serta menanam bahan peledak di Alam Sutera Mall pada dua kesempatan lain; tapi pada kedua insiden – pada 10 Oktober di toilet yang sama di dekat kantin, dan pada 6 Juli di supermarket mal – bahan peledak gagal meledak.

Dalam insiden 6 Juli, rekaman CCTV menunjukkan seorang pria menempatkan sebuah objek yang diyakini bom di rak racun serangga supermarket mall – strategi mungkin dimaksudkan untuk memperkuat efek ledakan bom, kata polisi.

Polisi percaya Leopard bermakdus untuk melakukan serangan lain setelah menemukan lebih bahan peledak di dalam rumahnya di Serang, Provinsi Banten, tersangka tinggal bersama istri dan anak 3 tahun.

Motif Pemerasan

Polisi mengatakan Leopard mengaku mengirim e-mail ancaman kepada manajemen Alam Sutera Mall, setiap kali sebelum meluncurkan serangan.

Investigasi juga mengungkapkan Leopard yang berhasil memeras setara dengan Rp 320 juta ($ 23.520), dalam bentuk mata uang bitcoin digital dari manajemen.

Leopard menggunakan bahan kimia Triacetone Triperoxide (TATP) untuk membuat bahan peledak-nya; Tito mengatakan bahan kimia tersebut sulit dideteksi melalui mesin X-ray yang biasanya ditemukan di beberapa mall di wilayah Jabodetabek.

Comments are closed.

Kata kunci : , ,