Polemik Pembangunan Gedung Baru Satpol PP Kulonprogo

OkeJoss.co – Polemik antara perangkat desa dan kontraktor muncul setelah pihak pembangun melakukan pemasangan patok kayu (bowplank) pada lahan tanah kas Desa Margosari Kecamatan Pengasih yang akan dibangun gedung baru Satpol PP Kulonprogo. Padahal sebelumnya sudah terjadi kesepakatan antara perangkat desa dan kontraktor yang menyatakan bahwa pembangunan gedung baru tersebut tidak akan dimulai sebelum turunnya izin resmi dari gubernur dalam hal pemanfaatan tanah kas desa.

Pemasangan bowplank (patok kayu) tersebut diketahui oleh Untung Sugiantoro selaku Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Margosari pada Rabu (03/06/2015). Karena itulah, pihaknya menilai bahwa kontraktor telah melanggar kesepakatan yang telah dibuat mengingat hingga kini izin gubernur belum turun. “Tapi mereka sudah memasang patok. Ini disayangkan, mengingat Satpol PP yang merupakan penegak Perda justru melanggar prosedur,” katanya.

Untung mengatakan, pemasangan blowplank seharusnya tidak dilakukan sekarang. Apalagi, setelah izin dari gubernur turun masih harus ada tahapan lain yakni perjanjian sewa antara Satpol PP dengan pemerintah desa Margosari atas persetujuan BPD. “Setelah itu, barulah pembangunan gedung bisa dimulai,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Desa Margosari, Danang Subiantoro. Menurutnya, hingga kini belum ada pemberitahuan lisan maupun tertulis terkait pemasangan bowplank tersebut. Sebagai upaya tindak lanjut, pihaknya akan memberitahukan hal ini kepada Bagian Tata Pemerintahan Pemda DIY yang memiliki kewenangan tanah kas desa. “Padahal jelas-jelas dalam pertemuan sudah disepakati, kalau izin gubernur belum terbit, pembangunan tidak boleh dimulai,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Satpol PP Kulonprogo, Duana Heru Supriyanta mengatakan, pemasangan bowplank bukanlah merupakan pembangunan fisik. Dimulainya pembangunan gedung baru tersebut, tetap menunggu izin gubernur.

“Langkah yang dilakukan kontraktor hanya sekedar persiapan agar tidak terburu-buru dalam pembangunan nanti. Kontraktor juga sudah berkomitmen untuk memulai pembangunan setelah ada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan kontraktor, Kartika Hadi mengatakan, pihaknya telah memberitahukan ke desa terkait pemasangan bowplank. Pihaknya juga sudah menyampaikan bahwa pemasangan bowplank belum termasuk pembangunan. “Hanya mematok posisi bangunan saja,” tandasnya.

Comments are closed.

Kata kunci : , , ,