Ilustrasi Panser Badak PT Pindad
Ilustrasi Panser Badak PT Pindad

Pindad Mulai Produksi Kendaraan Lapis Baja, Badak

OkeJoss.co – Produser senjata milik negara PT Pindad sedang mempersiapkan untuk memproduksi produk terbaru dari jenis kendaraan ringan lapis baja, disebut Badak, untuk Angkatan Darat Indonesia.

“Wakil Presiden Jusuf Kalla telah memerintahkan 50 unit Badak untuk Angkatan Darat, dan kami sedang mempersiapkan untuk memulai produksi,” kata Presiden Direktur Pindad Silmy Karim The Jakarta Post pada hari Minggu.

Kalla mengunjungi Pindad di Bandung pekan lalu dan memerintahkan 50 unit Badak. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Menteri Perindustrian Saleh Husin didampingi Kalla selama kunjungan.

Presiden Joko “Jokowi” Widodo juga telah mendorong militer untuk membeli Badaks sebagai bagian dari modernisasi sistem persenjataan nya.

Jokowi menyampaikan minatnya ketika ia mengunjungi sebuah pameran selama pertemuan eksekutif Militer (TNI) Indonesia di Jakarta Desember lalu.

The Badak, yang berarti badak di Indonesia, merupakan modifikasi dari-lapis baja ringan kendaraan sebelumnya Pindad ini, Anoa, yang juga bernama setelah spesies asli dari Sulawesi.

Produk ini merupakan perusahaan patungan antara Pindad dan berbasis di Belgia Cockerill Pemeliharaan & Ingenierie SA Pertahanan (CMI). The Badaks akan dilengkapi dengan lokal dibangun Cockerill 90 p turret (90 milimeter) yang dikembangkan oleh CMI. Pindad telah mengirimkan beberapa karyawan ke Belgia untuk belajar teknologi.

Kendaraan itu ditunjukkan ke publik untuk pertama kalinya di November 2014 selama pameran Indo Defense. Saat ini, Badak telah melewati beberapa tes yang diperlukan dan sekarang siap untuk pembelian.

Silmy mengatakan bahwa harga untuk Badak akan Rp 30 miliar per unit, yang lebih murah daripada sebuah kendaraan lapis baja ringan buatan Korea Selatan yang bernama Tarantula, yang sebelumnya dibeli oleh Indonesia untuk Rp 35 miliar per unit.

“Meskipun lebih murah, kami menjamin produk kami dapat bersaing dengan kendaraan lain di kelasnya,” kata Silmy.

Selain mempersiapkan Badak untuk Angkatan Darat, Pindad juga sibuk memproduksi jenis lain dari kendaraan ringan lapis baja-yaitu Anoa dan Komodo, serta amunisi dan senjata yang dibutuhkan oleh TNI.

“Kami memproduksi Anoa dan Komodo teratur,” kata Silmy.

Dia mengakui bahwa perusahaan telah mendapatkan pesanan pembelian lebih dari TNI.

“Ini berarti pemerintah dan militer telah diprioritaskan industri nasional untuk memenuhi kebutuhan mereka,” kata Silmy.

Dia menambahkan bahwa beberapa negara di Timur Tengah, Afrika dan Asia juga tertarik membeli kendaraan Anoa.

“Kami akan menutup kontrak segera,” kata Silmy, menolak untuk memberikan nama-nama tertentu dari negara.

Comments

comments

Comments are closed.

Kata kunci : , ,