Pengemudi Bentor Datangi Kepatihan Karena Kena Tilang

OkeJoss.co – Dari Yogyakarta dilaporkan sejumlah pengemudi Becak Motor (Bentor) dari seluruh kawasan DIY, pada Rabu (27/5/2015) siang bersama-sama menyampaikan protes mereka dengan berunjukrasa di sepanjang Jalan Malioboro. Protes para pengemudi betor ini akibat terjadinya penilangan becak motor milik beberapa rekan sesama pengemudi betor yang dilakukan oleh pihak kepolisian Jogja.

Seperti diutarakan oleh Parmin selaku Ketua Paguyuban Becak Motor Yogyakarta bahwa jika dalam aksi ini komunitasnya meminta surat edaran Gubernur DIY yang mengatur pelarangan becak motor beroperasi di kawasan tengah kota untuk dicabut. Lanjutnya, hal tersebutlah yang lalu dijadikan alasan dilakukannya penindakan dari pihak polisi terhadap para pengemudi becak motor.

“Kami menginginkan agar surat edaran Gubernur DIY itu dicabut. Beberapa rekan kami ditangkap bahkan ketika di pool pun ada yang disita, kami mengharapkan agar hingga Senin besok tak ada sementara penindakan sampai ada keputusan,” ungkapnya.

Sementara itu Rudy Soelistyono Kepala Bidang Angkutan Darat Dishub DIY mengatakan apabila kendaraan jenis becak motor belum diajukan untuk uji kelayakan. Itulah yang kemudian menjadi dasar penindakan pihak kepolisian terhadap para pengendara becak motor.

“Undang-undangnya dengan jelas melarang karena belum adanya uji kelayakan dan keselamatan becak motor tersebut, disitulah esensi sebenarnya. Jadi meskipun surat edaran Gubernur DIY dicabut, tak akan berpengaruh,” ungkapnya.

AKBP N Affandi, Kasubdit Pendidikan Masyarakat dan Rekayasa Lalu-Lintas Polda DIY mengatakan penindakan yang dilakukan polisi pastilah berdasarkan suatu pelanggaran. Dalam hal ini, becak motor tidak dapat memenuhi unsur kelayakan dan keselamatan seperti tertuang dalam UU no 22 tahun 2009 tentang lalu-lintas dan angkutan jalan.

“Kami melakukan penindakan berdasarkan pelanggaran undang-undang. Istilah becak motor itu tidak ada, jadi intinya kami tetap menjalankan tugas berdasarkan undang-undang,” ungkapnya.

Comments are closed.

Kata kunci : , ,