Pencemaran Lingkungan karena Tambak Udang di DIY

OkeJoss.co – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Daerah Istimewa Yogyakarta masih terus menanti keputusan dari pemerintah setempat untuk menyikapi terdapatnya tambak udang di tiga kabupaten yang operasionalnya dinilai mencemarkan sumber air bersih masyarakat sekitar.

Halik Sandera selaku Direktur Eksekutif Walhi DIY, Sabtu (28/3), mengatakan bahwa Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta perlu untuk segera memberi instruksi kepada pemerintah di tiga kabupaten Kulon Progo, Gunung Kidul dan Bantul terkait operasional tambak udang tersebut, karena hal tersebut berkaitan dengan kebutuhan air bersih, lahan pertanian, serta juga pada aspek kepentingan pariwisata.

“Kami masih menunggu keputusan pemerintah. Jika dibiarkan berlarut-larut, persediaan air bersih masyarakat pesisir terancam,” katanya.

Halik Sandera mengatakan bahwa pemerintah Kabupaten Bantul sejak Juni 2014 lalu telah mengeluarkan peraturan daerah yang melarang pengoperasian tambak udang, dengan tenggat waktu hingga Desember 2014.

Namun, hingga saat ini masih belum ada kejelasan keputusan penutupannya. Menurut dia, inisiatif pembuatan tambak udang sejak awal telah menyalahi konsep tata ruang, karena sesuai peruntukannya merupakan wilayah yang dikhususkan untuk pertanian dan wisata pantai.

Selain itu, kata Halik, terus berlanjutnya pengoperasian tambak udang hingga saat ini telah memiliki dampak signifikan terhadap pencemaran, yakni berupa intrusi air asin ke daratan. Hal itu berakibat berubahnya sumber air tawar menjadi air asin.

“Ini jelas berdampak pada krisis air bersih yang dibutuhkan untuk dikonsumsi masyarakat di sekitar pesisir,” katanya.

Kepala Bidang Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Daerah Istimewa Yogyakarta Suwarman Partosuwiryo menilai tambak udang memiliki kontribusi yang cukup signifikan terhadap produksi ikan tangkap.

Menurut Suwarman, pengembangan tambak udang di tiga kabupaten itu dapat terus dilestarikan, dengan catatan dikelola secara legal serta dilengkapi dengan instalasi pengelolaan limbah yang memadai, sehingga tidak mencermarkan lingkungan.

Ia menyebutkan produksi tambak udang hingga kini terbesar berada di Kabupaten Kulon Progo yang pada 2014 mampu menghasilkan 1.300 ton udang vaname.

Sementara Kabupaten Bantul menghasilkan 500 ton, dan Kabupaten Gunung Kidul 24 ton udang vaname. “Perolehan (udang vaname) 2014 di DIY meningkat tajam dari 2013 yang hanya menghasilkan 800 ton,” kata dia.

Comments are closed.

Kata kunci : , ,