Pedagang Tradisional Protes Maraknya Minimarket

OkeJoss.co – Ratusan pedagang tradisional di Majene, Sulawesi Barat, pada hari Senin (20/4/2015) waktu setempat menggelar unjuk rasa ke sejumlah minimarket dengan melakukan konvoi kendaraan.

Para pedagang tradisional menuntut komitmen Kalma Katta selaku Bupati Majene guna merealisasikan janjinya untuk tidak lagi mengeluarkan izin berdirinya minimarket baru di wilayahnya. Para pedagang tradisional tersebut beralasan bahwa semenjak marak berdirinya barbagai swalayan berjejaring nasional seperti Indomaret, Alfamidi, dan Alfamart hingga ke dalam desa-desa, pendapatan mereka turun drastis.

Massa pendemo sempat melintas di depan sejumlah swalayan, namun tidak sampai terjadi keributan. Puluhan polisi diturunkan untuk mengamankan aksi itu.

Aksi para pedagang Majene itu dimulai dari depan Pasar Sentral Majene. Di depan Pasar Sentral, para pedagang menggelar orasi tentang kebulatan tekad para pedagang untuk berjuang bertahan dari serbuan pengusaha besar.

Para pedagang yang mayoritas menggunakan sepeda motor, kemudian menggelar aksi konvoi melintas ke sejumlah tempat di Kabupaten Majene antara lain DPRD, Kantor Bupati. Massa berkonvoi hingga ke Pellattoang, Kecamatan Tammerodo Sendana, dan juga melewati sejumlah swalayan seperti Alfamidi dan Indomaret.

Menurut Sekretaris Forum Komunikasi Pedagang Pasar Sentral Majene (FKP2SM) Umar Thayyeb, aksi kali ini adalah bentuk deklarasi untuk menandai lahirnya forum pedagang sekabupaten Majene yang akan mengawal dan mengadvokasi para pedagang kecil tersebut.

Menurut Umar, selain para pedagang pasar, forum pedagang ini juga menghimpun para pedagang kecil di luar Pasar Sentral Majene, seperti para pedagang kaki lima di pinggir jalan, hingga pedagang pasar di luar Kota/Kabupaten Majene.

“Kami mengingatkan kepada pemerintah kabupaten untuk konsisten pada janjinya untuk tidak lagi menambah swalayan, dengan jumlah swalayan saat ini saja pedagang sudah terus merugi, apalagi kalau ditambah lagi,” kata Umar.

Jumlah minimarket di Majene hingga saat ini ada tujuh unit. Pedagang menengarai swalayan akan kembali bertambah khususnya di Kecamatan Banggae Timur. Menurut pedagang, jumlah swayalan tersebut sudah berlebihan, karena Majene hanya berpenduduk 120.000 jiwa.

Dibandingkan dengan Kabupaten Polewali Mandar yang berpenduduk kurang lebih 500.000 jiwa, swalayan sejenis hanya berjumlah lima unit di sana. “Tidak logis kalau pedagang kecil seperti kami disuruh bersaing bebas dengan pedagang besar,” kata Umar.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, tanggal 9 Januari 2015, pemerintah setempat mengeluarkan surat bernomor 511.1/01/2015 yang ditandatangani Wakil Bupati Fahmi Massiara. Surat tersebut berisi perintah kepada Kepala SKPD dan para Camat sekabupaten Majene untuk tidak lagi menambah jumlah minimarket.

Comments are closed.

Kata kunci : , ,