Patrice Rio Capella Ajukan Praperadilan Tolak Panggilan KPK

OkeJoss.co – Mantan Sekjen Partai NasDem Patrice Rio Capella menolak panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa, yang telah menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus suap.

“Pak Rio tidak datang karena kami telah mengajukan permintaan sidang praperadilan [pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan] pada hari Senin,” kata pengacara Patrice, Maqdir Ismail di kantor pusat badan anti-korupsi di Jakarta, Selasa.

Pada hari Selasa, Patrice dijadwalkan untuk menjalani mempertanyakan dengan KPK karena diduga menerima hadiah yang melanggar hukum sehubungan dengan kasus sebelumnya sedang diselidiki oleh Kejaksaan Agung yang melibatkan pengeluaran yang mencurigakan daerah pendanaan, dana bagi hasil dan suntikan modal disediakan untuk beberapa perusahaan-provinsi milik di Sumatera Utara.

Maqdir mengatakan ia ingin KPK tidak mempertanyakan Patrice sampai Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah memberikan keputusannya atas permintaan sidang praperadilan kliennya di mana ia akan melawan keputusan tubuh untuk nama Patrice tersangka korupsi.

“Kami ingin KPK untuk memberi kita lebih banyak waktu sehingga penyelidikan atas kasus Pak Rio dapat dilakukan sejalan dengan keputusan pengadilan atas permintaan sidang praperadilan nya,” kata pengacara wartawan setelah ia menyerahkan surat menginformasikan KPK dari kliennya tidak adanya untuk interogasi.

Maqdir mengatakan KPK tidak memiliki dasar hukum untuk penamaan Patrice tersangka karena nilai estimasi kerugian negara yang bersangkutan tidak mencapai Rp 1 miliar (US $ 73.370), batas bawah yurisdiksi KPK.

Dia mengatakan proses menuju Patrice yang bernama tersangka juga tidak sejalan dengan hukum. Pengacara menjelaskan lebih lanjut kliennya mengalami kerugian akibat yang bernama tersangka karena informasi mengenai hal tersebut telah beredar luas di kalangan masyarakat bahkan sebelum KPK telah dirilis.

“KPK resmi diberitahu Pak Rio bahwa dia adalah tersangka Kamis lalu. Namun, informasi yang … telah menyebar di media sosial sejak Selasa, “kata Maqdir.

Terlepas dari Patrice, ditangguhkan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti juga telah tersangka dalam kasus tersebut.

Melalui Maqdir sebagai pengacaranya, Patrice mengakui bahwa ia telah menerima Rp 200 juta dari Fransisca Insani Rahesti, seorang teman ia bertemu saat di universitas, yang juga seorang relawan di Law Firm OC Kaligis ‘. Namun, Patrice mengatakan, ia kembali uang dan tidak pernah menjanjikan apa-apa untuk Gatot.

Informasi yang diperoleh selama penyelidikan KPK mengungkapkan bahwa dugaan suap itu bertujuan memikat Patrice dalam membantu “menyelamatkan” Gatot, yang telah terdaftar sebagai tersangka potensial dalam kasus ini. Patrice dijerat UU No.31 / 1999 mengacu pada UU No.20 / 2001 tentang korupsi.

.

Comments are closed.

Kata kunci : , , ,