Patrialis Akbar Tersandung Kasus Suap dan Wanita Misterius

OkeJoss.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Patrialis Akbar selaku Hakim Konstitusidi Mal Grand Indonesia bersama seorang wanita misterius.

Penangkapan ini atas dugaan penerimaan suap yang di tuduhkan ke Patrialis terkait permohonan uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Patrialis, yang sedang berbelanja, ditangkap KPK pada Rabu, 25 Januari 2017, malam. “Lalu sekitar pukul 21.30 WIB, tim bergerak mengamankan PAK (Patrialis Akbar) pada saat jam tersebut di sebuah pusat perbelanjaan di Grand Indonesia bersama ada beberapa, ada seorang wanita,” ucap Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, seperti diberitakan Detikcom.

Patrialis, wanita misterius, dan keluarganya itu kemudian diamankan KPK. Namun identitas maupun profesi wanita yang tengah bersama Patrialis belum terungkap. Status wanita itu masih sebagai saksi. Penyidik KPK juga memastikan tidak ada gratifikasi seks dalam kasus Patrialis.

KPK mengamankan uang USD 20 ribu dan SGD 200 ribu dari tangan Patrialis. Suap yang diterima Patrialis itu merupakan yang ketiga kalinya. Selain itu, KPK menyita dokumen pembukuan perusahaan, catatan-catatan dan aspek lain yang relevan dengan perkara, voucher pembelian mata uang asing, dan draf putusan perkara nomor 129/PUU-XIII/2015 yang merupakan nomor perkara uji materi UU Nomor 41 Tahun 2014.

Dalam kasus itu, Patrialis dijerat dengan Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

KPK Geledah Ruang Kerja

KPK telah menggeledah ruang kerja milik hakim konstitusi Patrialis Akbar. Sejumlah dokumen yang berkaitan dengan proses penyelidikan perkara korupsi juga telah disita.

Pantauan di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (27/1/2017) pukul 11.40 WIB sudah tidak terlihat aktivitas penyidik KPK melakukan penggeledahan. Bahkan kondisi ruangan milik Patrialis Akbar di lantai 12, hanya terlihat dua pamdal MK yang berjaga.

Ruangan Patrialis pun tertutup rapat tanpa ada segel garis melintang milik KPK. Informasi yang dikumpulkan memang penggeledahan dilakukan dini hari selama lima jam.

“Penggeledahan sudah dari malam selesai pukul 06.00 WIB pagi tadi,” ujar humas MK, Fajar Laksono dikonfirmasi terpisah.

Fajar mengatakan selain ruangan kerja Patrialis, penyidik KPK juga menggeledah ruangan kerja hakim panel lain dalam perkara uji materi UU Peternakan dan kesehatan hewan.

“Ruangan Pak Patrialis, kemudian Pak Palguna dan Pak Manahan dalam perkara uji materi PUU No 129,” papar Fajar.

Fajar mengatakan penggeledahan dilakukan oleh lima penyidik KPK. Mereka diketahui menggeledah untuk mencari bukti lain dalam perkara tersebut.

“Saya tidak tahu, ada beberapa berkas yang dicari.Berkasnya apa saya tidak tahu,” cetus Fajar.

Sebelumnya KPK telah mencoklk Patrialis di Mall Grand Indonesia bersama seorang wanita. Pria kelahiran 1958 itu diyakini KPK melakukan serangkaian tindakan korupsi untuk mempengaruhi putusan. Tapi, Patrialis membantah keras hal itu.

“Demi Allah saya betul-betul dizalimi. Nanti kalian bisa tanya sama Basuki. bicara uang saja saya nggak pernah. Sekarang saya jadi tersangka. Bagi saya ini adalah ujian, ujian yang sangat berat,” ujar Patrialis usai diperiksa KPK pada Jumat (27/1) dini hari tadi.

Comments are closed.

Kata kunci : , , ,