Pasangan Ganda Campuran Indonesia Lolos ke Semifinal Australia Terbuka 2015

OkeJoss.co – Indonesia berhasil mengirimkan salah satu wakilnya di babak semifinal turnamen bulutangkis Australia Terbuka 2015 setelah pasangan ganda campuran Tontowi/Liliyana berhasil mengalahkan lawannya di babak perempatfinal. Tontowi/Liliyana berhasil mengalahkan Inggris Chris Adcock/Gabrielle Adcock dengan skor 21-9, 21-12.

Pasangan yang akrab disapa Owi/Butet tercatat hanya butuh waktu 28 menit untuk memastikan tiket semifinal. Gim pertama dibuka dengan pasangan Adcock unggul 2-0. Namun, keunggulan mereka hanya bertahan sesaat. Setelah imbang 3-3, Tontowi/Liliyana melaju cepat meninggalkan mereka untuk memenangi gim ini. Tontowi/Liliyana mengawali gim kedua dengan bagus. Setelah melesat 4-0, mereka terus menjauh dan menjaga keunggulan hingga laga 28 menit tersebut berakhir.

Selanjutnya di babak semifinal, Tontowi/Liliyana yang turun sebagai unggulan kedua akan menghadapi Lee Chun Hei Reginald/Chau Hoi Wah. Pasangan Hongkong tersebut sampai ke semiifnal dengan menyingkirkan unggulan ketiga asal Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen. Di atas kertas, Owi/Butet lebih diunggulkan dan diharapkan bisa melaju ke babak final Australia Terbuka 2015.

Saat ini Butet/Owi menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di Australia Terbuka setelah pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari gagal melaju ke babak semifinal karena kalah dari pasangan China di babak perempat final. Dua srikandi Indonesia tak kuasa membendung perlawanan pemain China Tang Jinhua/Lu Kai dengan kekalahan 18-21, 16-21.

Bertanding di Sydney Olympic Park, ganda putri unggulan Indonesia itu sempat bersaing sengit di gim pertama dengan kekalahan tipis 18-21. Di gim kedua, peraih medali emas Asian Games 2014 mengaku pergantian strategi permainan dari menyerang ke bertahan tetap tak bisa menyelamatkan nasibnya di Negeri Kangguru dengan kembali menelan kekalahan 16-21.

“Dari awal kami tetap bermain dengan pola menyerang, hanya di saat kami menyerang, mereka membalikan permainan dengan cepat. Jadi memang mereka punya tenaga yang kuat dan di situ letak kesulitannya. Di gim kedua, kami coba bertahan lebih dulu. Kami coba menghindari bumerang dengan terus menyerang. Sempat beberapa kali berhasil dengan pertahanan kami, tapi ketika memilih bertahan, fokus harus terjaga dan sabar. Ketika dapet bola, ingin rasanya langsung mematikan lawan. Itu yang mesti kami kendalikan lagi,” kata kedua atlet ganda putri tersebut.

Comments are closed.

Kata kunci : , ,