Novel Baswedan ajukan gugatan Praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

OkeJoss.co – Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan yang baru saja dibebaskan oleh Bareskrim Polri terkait kasus penangkapan dan penetapannya sebagai tersangka penembakan terhadap pelaku pencurian sarang burung walet di Bengkulu tahun 2004 lalu dikabarkan akan melakukan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (4/5/2015) siang WIB.

Informasi terkait akan diajukannya gugatan praperadilan oleh Novel Baswedan ini dikatakan oleh salah satu kuasa hukum Novel, Bahrain. Bahrain mengungkapkan jika pengajuan praperadilan tersebut sehubungan penangkapan dan penetapan Novel sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri pada hari Jumat (1/5/2015) lalu.

“Untuk permohonan praperadilan terkait penangkapan dan penyitaan (aset barang pribadi Novel). Obyek materinya akan saya sampaikan nanti di PN Jakarta Selatan,” kata Bahrain.

Seperti diketahui, Novel Baswedan dibawa paksa oleh 13 penyidik Bareskrim dari rumahnya di Kelapa Gading, Jakut, Jumat (1/5/2015) dinihari WIB. Setelah hampir 12 jam berada di Bareskrim, Novel dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua Depok dan sudah mengenakan baju tahanan oranye.

Setelah beberapa saat berada di Mako Brimob, Novel Baswedan rupanya langsung diterbangkan ke Bengkulu untuk melakukan rekonstruksi kasus penganiayaan pencuri sarang burung walet saat dirinya masih duduk di kursi Kasatreskrim Bengkulu.

Usai kembali dari Bengkulu, penahanan terhadap Novel Baswedan akhirnya ditangguhkan. Penangguhan penahanan kepada Novel Baswedan sendiri diberikan oleh Polri usai para pimpinan KPK menjaminkan diri mereka untuk Novel.

Mengetahui penahanan Novel ditangguhkan, Istri Novel, Rina Emilda, mengucapkan terimakasih karena simpati publik begitu besar kepada Novel.‎‎ Secara khusus ia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi, Kapolri Jendral Badrodin Haiti, seluruh pimpinan KPK dan seluruh masyarakat Indonesia.

Novel sebenarnya hendak pernah ditangkap pada tahun 2012 lalu. Namun SBY yang saat itu menjabat sebagai presiden turun tangan dan menyatakan penetapan tersangka dan penangkapan tersebut tidak tepat.

Comments are closed.

Kata kunci : , ,