Masih terlibat konflik internal, Golkar dan PPP terancam tidak ikut Pilkada 2015

OkeJoss.co – Konflik internal terkait dualisme kepengurusan yang tengah dialami oleh Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diperkirakan akan berdampak kepada kedua partai tersebut pada pilkada yang akan diadakan serentak di tahun 2015.

Menanggapi konflik yang tengah dialami oleh Golkar dan PPP, pemerintah melalui Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Tedjo Edhy Purdijatno berharap kedua partai tersebut dapat segera menyelesaikan konflik internal sebelum pilkada serentak dilaksanakan.

Menurut Menteri Tedjo, pemerintah khawatir jika konflik yang hingga kini belum memperoleh titik temu tersebut akan dapat menimbulkan kericuhan pada tingkat bawah dan juga membuat kedua parpol tersebut tidak dapat mengajukan pasangan calon dalam pilkada mendatang.

“Masih ada partai politik yang sedang mengalami masalah internal. Kita harap masalahnya bisa selesai dengan islah, karena kita tidak ingin ada yang tidak ikut pemilu. Kita ingin semuanya ikut,” ujar Tedjo.

Menteri Tedjo juga mengatakan jika ancaman tidak dapat ikut pilkada kepada Golkar dan PPP karena dalam aturan terkait pilkada tertulis jika partai masih terkait perselisihan internal maka tidak dapat mengikuti Pilkada.

“Undang-Undang mengatakan tidak bisa mengikuti Pilkada apabila masih terjadi perselisihan internal dalam partai. Itu kan kemauan mereka sendiri. Tidak ada parpol yang mempunyai dua ketua. Harus satu ketua,” ujarnya.

Diluar kasus konflik yang tengah terjadi di internal Partai Golkar dan PPP, Menteri Tedjo juga meminta kepada KPUD dan kepala daerah untuk dapat membantu KPU pusat dalam melakukan sosialisasi dan menjaga penyelenggaraan pilkada agar dapat berjalan lancar. Ia juga berharap agar pemerintah daerah dan pihak terkait dapat saling bersinergi dan memperlihatkan keharmonisan dalam mewujudkan pilkada serentak yang berkualitas.

“Keharmonisan dari seluruh pihak merupakan kunci utama dalam mewujudkan pilkada serentak yang berkualitas. Ini merupakan titik pijak bersama untuk mengawal penyelenggaraan Pilkada serentak di tahun 2015 agar dapat berjalan aman, tertib, dan lancar. Bila terjadi sengketa, harus diselesaikan secara baik-baik tanpa menimbulkan konflik di tengah masyarakat,” ujar Tedjo.

Sebagai informasi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah meresmikan pelaksanaan pemiihan umum kepala daerah (pilkada) secara serentak pada 2015. Pilkada serentak gelombang pertama akan dilaksanakan pada 9 Desember 2015. Kemudian gelombang kedua dilakukan pada Februari 2016.

Comments are closed.

Kata kunci : , , ,