Masih diteliti para ahli, Jokowi minta kasus Beras Plastik tidak dibesar-besarkan

OkeJoss.co – Kasus beredarnya beras plastik yang cukup meresahkan masyarakat dan ditemukan di Bekasi akhirnya membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara.

Presiden Jokowi meminta kepada masyarakat agar sabar dan tidak gegabah dalam menanggapi kasus beras plastik tersebut. Selain itu, Jokowi juga meminta media untuk tidak membesar-besarkan masalah beras plastik karena masih dalam tahap penelitian para ahli.

“Kamu enggak usah gede-gedeinwong di satu tempat saja kok. Ini baru dilihat di labnya IPB, di labnya BPOM. Kalau sudah kami simpulkan, baru kita bicara. Jangan semua bicara, semua bicara, tetapi membesarkan masalah saja,” kata Jokowi

Jokowi juga menegaskan jika pemerintah akan mencari akar masalah beras plastik tersebut. Hal tersebut dipastikannya karena menurutnya akar masalah dari penjualan beras plastik itu jadi hal yang terpenting.

“Yang paling penting, akar masalahnya apa? Dicek bener. Apakah hanya di Bekasi atau hanya di satu warung saja? Motivasinya apa?” katanya.

Walaupun kini tengah dilakukan penelitian dan penyelidikan terkait kasus beras plastik tersebut, Jokowi sendiri meragukan latar belakang peredaran beras plastik yang sempat disebut untuk mencari keuntungan.

“Secara logika, enggak masuk kalau motifnya mencari untung karena harga plastik lebih mahal dari beras,” ujar Jokowi.

Sejalan dengan yang diungkapkan oleh Presiden Jokowi, Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian Yusni Emilia Harahap, mengatakan jika kasus beras sintetis perlu dituntaskan agar tidak meresahkan masyarakat dan pedagang.

Dengan adanya kasus ini, pememerintah diharapkan akan lebih meningkatkan dan memperbaiki keamanan dan tata niaga pangan yang ada di Indonesia.

Seperti diketahui, Kepala BPOM Roy Sparringa mengatakan, BPOM sebagai emergency contact point dari International Food Safety and Quality Network (INFOSAN) di bawah World Health Organization (WHO), telah menanyakan kepada Infosan Pusat, apakah ada kasus serupa saat ini di luar Indonesia. Hasilnya, beredarnya beras yang diduga mengandung plastik ternyata baru ditemui di Indonesia.

Comments are closed.

Kata kunci : ,